Space Available Pasuruan R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Global Bond Perdana Danantara Tembus USD1,5 Miliar, Bukti Kuat Kepercayaan Investor Internasional Terhadap Ekonomi Indonesia

Nasional

"Global Bond Perdana Danantara Laris Manis, Investor Dunia Serbu Obligasi Indonesia"

Danantara Raup USD1,5 Miliar, Kepercayaan Investor Global ke Indonesia Makin Kuat
Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026
Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026

Rangkuman Berita

  • Obligasi Global Danantara Oversubscribed 4,6 Kali, Sinyal Positif Ekonomi Indonesia
  • Investor AS Dominasi Pembelian Global Bond Danantara, Apa Alasannya?
  • Danantara Cetak Sejarah! Global Bond Perdana Tembus USD1,5 Miliar
Sesuaikan Ukuran Baca
577
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mencatat capaian penting dalam upaya memperkuat kepercayaan pasar global melalui keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) perdana oleh Danantara Indonesia. Instrumen utang internasional tersebut berhasil menghimpun dana sebesar USD1,5 miliar atau sekitar Rp24 triliun, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar USD1 miliar.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa tingginya minat investor internasional tercermin dari nilai pemesanan (book building) yang mencapai sekitar USD4,6 miliar. Besarnya permintaan tersebut mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi dari target awal menjadi USD1,5 miliar.

“Target awal kami sebesar USD1 miliar. Namun permintaan investor mencapai sekitar USD4,6 miliar sehingga kami memutuskan melakukan upsize menjadi USD1,5 miliar yang terdiri dari obligasi tenor lima tahun dan sepuluh tahun,” ujar Rosan dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6).

Keberhasilan penerbitan obligasi global tersebut tidak terlepas dari rangkaian promosi investasi yang dilakukan Danantara di sejumlah pusat keuangan dunia, termasuk Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam agenda tersebut, manajemen Danantara melakukan pertemuan langsung dengan sedikitnya 122 investor global guna memaparkan prospek ekonomi Indonesia dan strategi investasi jangka panjang perusahaan.


Related News: Presiden Prabowo Perintahkan Rosan Ungkap Data Positif Investasi Indonesia ke Publik


Selain berhasil melampaui target penghimpunan dana, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil yang dinilai sangat kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditutup dengan tingkat kupon atau yield sebesar 5,35 persen, sementara obligasi tenor sepuluh tahun ditetapkan pada level 5,95 persen.

Menurut Rosan, capaian tersebut menjadi indikator nyata bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.

“Ini merupakan hasil yang sangat baik dan menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Kepercayaan itu bukan sekadar persepsi, tetapi tercermin langsung dari minat investasi yang masuk,” tegasnya.

Dari total dana yang berhasil dihimpun, masing-masing tenor berhasil mengumpulkan dana sebesar USD750 juta. Rosan menjelaskan bahwa proses penandatanganan transaksi telah dilakukan pada 11 Juni 2026 dan dana hasil penerbitan obligasi dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

Melihat tingginya antusiasme pasar internasional, Danantara membuka peluang untuk menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang pada masa mendatang, termasuk hingga 30 tahun. Menurut Rosan, para investor melihat Indonesia sebagai negara dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan memiliki ketahanan yang baik menghadapi berbagai tantangan global.


Global bond perdana danantara tembus usd1,5 miliar, bukti kuat kepercayaan investor internasional terhadap ekonomi indonesiaKeterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026


Ia menambahkan bahwa fluktuasi ekonomi merupakan bagian dari siklus yang lazim terjadi di seluruh negara, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Namun demikian, investor tetap menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Menariknya, data distribusi investor menunjukkan dominasi minat dari pasar Amerika Serikat. Untuk obligasi tenor lima tahun, investor asal Amerika Serikat menyumbang sekitar 38 persen dari total pembelian, disusul investor dari kawasan Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, serta Asia sebesar 21 persen.

Sementara itu, pada obligasi tenor sepuluh tahun, investor Amerika Serikat mendominasi dengan porsi 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, serta Asia sebesar 17 persen. Komposisi tersebut dinilai cukup signifikan karena berbeda dengan pola historis sebelumnya dan menunjukkan meningkatnya minat investor institusional Amerika terhadap instrumen investasi Indonesia.

Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pemerintah Perkuat Fundamental Ekonomi dan Iklim Investasi

Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Sejalan dengan keberhasilan penerbitan obligasi global Danantara, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepercayaan pasar dan pelaku ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis yang berorientasi pada pertumbuhan dan daya saing nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keberhasilan global bond Danantara menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, tingginya minat investor dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia merupakan sinyal positif yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Keberhasilan global bond Danantara menunjukkan bahwa kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia tetap kuat. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi dan menjadi hasil dari kerja keras seluruh pihak,” ujar Prasetyo.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat nilai tukar rupiah, meningkatkan optimisme publik, serta menjaga persepsi positif pasar terhadap Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah secara intensif melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkokoh fundamental ekonomi sekaligus menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif bagi pelaku usaha domestik maupun internasional.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah percepatan deregulasi guna menyederhanakan proses perizinan dan menghilangkan hambatan birokrasi yang dinilai dapat mengurangi daya saing investasi nasional.

Presiden, kata Prasetyo, terus mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk mempercepat reformasi regulasi agar ekosistem usaha di Indonesia menjadi lebih kompetitif dan mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat struktur ekonomi Indonesia.

Menurut Prasetyo, kebijakan hilirisasi tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, tetapi juga meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan pendapatan negara.

“Melalui industrialisasi dan hilirisasi, kita ingin menciptakan nilai tambah yang lebih besar dari sumber daya yang dimiliki Indonesia sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan menjadi tambahan kekayaan bagi bangsa,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Mensesneg mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, investor, dan pelaku pasar untuk terus menjaga optimisme serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

Pemerintah meyakini bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta, didukung kepercayaan investor yang terus meningkat, akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Balikpapan R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews