PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke seluruh pelosok Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan, menjaga stabilitas pasokan energi, serta meningkatkan tata kelola sektor pertambangan.
Komitmen tersebut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda strategis yang menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Percepat Program Listrik Desa
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan Program Listrik Desa sebagai upaya menghadirkan akses energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang hingga kini belum teraliri jaringan listrik. Dari sekitar 11.000 desa yang sebelumnya belum memperoleh akses listrik, lebih dari 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik melalui pelaksanaan program sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi langkah awal dalam mempersempit kesenjangan akses energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, serta aktivitas produktif masyarakat di berbagai daerah.
Proyek PLTS 100 Gigawatt Segera Memasuki Tahap Pembangunan
Selain pemerataan listrik, pemerintah juga mempercepat implementasi program energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt.
Menurut Menteri Bahlil, proyek strategis tersebut akan segera memasuki tahap konstruksi yang ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking perdana dalam waktu dekat. Tahap pertama pembangunan telah memperoleh persetujuan sehingga implementasi proyek dapat segera dimulai.
Pengembangan PLTS skala besar tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperbesar bauran energi bersih, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Presiden Prabowo Percepat Pemerataan Listrik Desa, Dorong Energi Terbarukan dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
"Prabowo Percepat Listrik Desa, 1.400 Desa Sudah Teraliri dan PLTS 100 GW Segera Dibangun"
Stok BBM, Minyak Mentah, dan LPG Nasional Dipastikan Aman
Di tengah dinamika geopolitik global, khususnya konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap berada dalam keadaan aman.
Menteri Bahlil menyampaikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude), maupun LPG nasional masih berada di atas batas minimum cadangan yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut memberikan kepastian terhadap keberlangsungan distribusi energi bagi masyarakat maupun sektor industri.
Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi internasional guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap rantai pasok energi dunia.
Harga BBM dan LPG Bersubsidi Tetap Stabil
Pemerintah juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perubahan kebijakan terkait harga BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi.
Menteri Bahlil memastikan harga kedua komoditas tersebut tetap sesuai keputusan pemerintah sebelumnya meskipun harga minyak dunia masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal.
Kebijakan mempertahankan stabilitas harga tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Presiden Beri Perhatian Khusus terhadap Kebutuhan BBM Nelayan
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo turut memberikan arahan agar pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar bagi para nelayan tetap terjamin.
Pemenuhan kebutuhan BBM dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas penangkapan ikan, meningkatkan produktivitas nelayan, serta mendukung ketahanan pangan nasional yang bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan.
Pemerintah berkomitmen memastikan distribusi BBM bagi nelayan berjalan optimal sehingga tidak menghambat kegiatan usaha masyarakat pesisir.
Penataan Pertambangan Dioptimalkan untuk Tingkatkan PNBP
Selain membahas sektor energi, Presiden Prabowo dan Menteri ESDM juga menyoroti langkah-langkah penataan sektor pertambangan mineral sebagai bagian dari upaya meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Pemerintah akan terus memperkuat tata kelola pertambangan agar pengelolaan sumber daya alam berlangsung lebih efektif, transparan, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penerimaan negara.
Optimalisasi sektor pertambangan diharapkan mampu mendukung pembiayaan pembangunan nasional sekaligus menciptakan tata kelola industri mineral yang berkelanjutan.
Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Energi Nasional
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri ESDM menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor energi secara menyeluruh. Pemerataan akses listrik, percepatan pengembangan energi terbarukan, jaminan stabilitas pasokan BBM dan LPG, perlindungan terhadap kebutuhan energi nelayan, serta penguatan tata kelola pertambangan menjadi bagian dari strategi nasional untuk membangun sistem energi yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
[PusakoNews.com/red]





Komentar