PusakoNews.com, Kabupaten Agam - Bencana tanah longsor yang terjadi di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pada Selasa (5/5) sekitar pukul 22.30 WIB, mendapat respons cepat dari aparat kepolisian bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD, Basarnas, Dinas PUPR, serta unsur pemerintah daerah.
Penanganan darurat dilakukan secara terpadu di dua titik lokasi terdampak. Di kawasan Pincuran Nyiak Tukang, material longsor setinggi sekitar 0,5 meter dengan panjang kurang lebih 20 meter sempat menutup akses jalan. Berkat kerja sama lintas instansi, proses pembersihan dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga pada Rabu (6/5) sekitar pukul 08.00 WIB jalur tersebut kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, longsor di titik kedua yang berada di Gantiang, Jorong Kampuang Baruah, memiliki dampak lebih serius. Material sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai 1 meter menimbun tiga unit rumah warga. Dalam kondisi darurat, personel Polri bersama tim gabungan dan masyarakat segera melakukan evakuasi korban.
Dari total tujuh korban terdampak, empat orang berhasil dievakuasi dan langsung dirujuk ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan. Dua korban lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan diamankan di Kantor Wali Nagari Sungai Landia. Satu korban sempat dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.
Upaya pencarian intensif yang melibatkan Polsek IV Koto Polresta Bukittinggi bersama tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia, dan selanjutnya dibawa ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi.
Komentar