BEM UGM Tegaskan Tetap Bersikap Kritis di Tengah Dugaan Teror dan Intimidasi

Ketua BEM UGM Bongkar Dugaan Operasi Intelijen: “Targetnya Membunuh Saya!”
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto
Sesuaikan Ukuran Baca
51
607
PusakoNews.com, Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengungkap adanya dugaan rangkaian teror dan intimidasi yang menyasar dirinya, keluarga, serta hampir 30 pengurus BEM UGM. Dugaan tekanan tersebut muncul setelah organisasi mahasiswa itu menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Tiyo menyampaikan bahwa bentuk intimidasi meliputi pesan ancaman dari nomor asing berkode +44, tuduhan pencurian uang yang dikirim kepada orang tua pengurus, hingga informasi anonim mengenai dugaan ancaman pembunuhan. Informasi terakhir disebut berasal dari seseorang yang mengaku sebagai dosen di Bandung dan menyebut adanya bocoran operasi intelijen dengan target Ketua BEM UGM.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang berada di balik rangkaian teror tersebut.

“Seluruh tekanan ini tidak akan membuat kami gentar. Justru ini menjadi alarm bagi demokrasi ketika kritik dibalas dengan ancaman,” tegas Tiyo.

BEM UGM menyatakan tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi mahasiswa secara kritis dan konstitusional.

Dalam menghadapi situasi ini, BEM UGM mendapat dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, pihak kampus Universitas Gadjah Mada, LPSK, dan LBH.

BEM UGM menegaskan akan terus mengawal ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat dengan tetap menjunjung hukum dan prinsip non-kekerasan.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait