BEM UGM Tegaskan Tetap Bersikap Kritis di Tengah Dugaan Teror dan Intimidasi
Ketua BEM UGM Bongkar Dugaan Operasi Intelijen: “Targetnya Membunuh Saya!”
Tiyo menyampaikan bahwa bentuk intimidasi meliputi pesan ancaman dari nomor asing berkode +44, tuduhan pencurian uang yang dikirim kepada orang tua pengurus, hingga informasi anonim mengenai dugaan ancaman pembunuhan. Informasi terakhir disebut berasal dari seseorang yang mengaku sebagai dosen di Bandung dan menyebut adanya bocoran operasi intelijen dengan target Ketua BEM UGM.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang berada di balik rangkaian teror tersebut.
“Seluruh tekanan ini tidak akan membuat kami gentar. Justru ini menjadi alarm bagi demokrasi ketika kritik dibalas dengan ancaman,” tegas Tiyo.
BEM UGM menyatakan tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi mahasiswa secara kritis dan konstitusional.
Dalam menghadapi situasi ini, BEM UGM mendapat dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, pihak kampus Universitas Gadjah Mada, LPSK, dan LBH.
BEM UGM menegaskan akan terus mengawal ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat dengan tetap menjunjung hukum dan prinsip non-kekerasan.
[PusakoNews.com/red]
Berita Terkait
Dasco Sampaikan Belasungkawa, Soroti Serangan Mematikan di Lebanon
30 Mar 2026 - 21:32
608
Cuma Berhenti Lihat Maps, Pengendara Ini Dipalak Rp300 Ribu di Tanah Abang!
29 Mar 2026 - 12:43
741
Rismon Tak Bersuara soal Rp50 M, Roy Suryo Curiga: Ada yang Janggal
28 Mar 2026 - 01:27
705