Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Haru! Mbah Marsiyah Kumpulkan Biaya Haji dari Jualan Jenang, Kini Jadi Tamu Allah di Usia 105 Tahun

Haji & Umbroh

"Viral! Nenek 105 Tahun Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung dari Jualan Jenang"

Kisah Mengharukan Mbah Marsiyah, Jemaah Haji Tertua Indonesia yang Nabung dari Uang Receh
Mbah Marsiyah Usia 105 Tahun Akhirnya Berangkat Haji, Kisah Nabung Recehan Jualan Jenang Bikin Haru
Mbah Marsiyah Usia 105 Tahun Akhirnya Berangkat Haji, Kisah Nabung Recehan Jualan Jenang Bikin Haru

Rangkuman Berita

Mbah Marsiyah, jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan sebagai jemaah tertua Indonesia pada musim haji 2026 di usia 105 tahun. Perempuan lansia tersebut akhirnya berhasil mewujudkan impian berhaji setelah puluhan tahun menabung uang recehan dari hasil berjualan jenang di depan rumahnya. Dengan dukungan keluarga dan program prioritas lansia, Mbah Marsiyah berangkat ke Tanah Suci bersama Kloter SUB 112 Embarkasi Surabaya. Kisah perjuangannya menjadi inspirasi tentang keteguhan iman, kesabaran, dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita meski di tengah keterbatasan usia dan ekonomi.

Sesuaikan Ukuran Baca
630
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Mekah - Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti kedatangan Mbah Marsiyah, jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang menjadi jemaah tertua Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Di usianya yang telah mencapai 105 tahun, perempuan sepuh asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, itu akhirnya berhasil menapakkan kaki di Kota Makkah setelah puluhan tahun menyimpan impian untuk menunaikan rukun Islam kelima.


Mbah Marsiyah tiba di Makkah bersama rombongan Kelompok Terbang (Kloter) SUB 112 Embarkasi Surabaya pada Jumat pagi waktu Arab Saudi. Kedatangannya langsung menjadi perhatian para petugas haji dan jemaah lainnya karena semangat serta ketegarannya menjalani perjalanan ibadah di usia lebih dari satu abad.


Haru! Mbah Marsiyah Kumpulkan Biaya Haji dari Jualan Jenang, Kini Jadi Tamu Allah di Usia 105 Tahun

Dengan kondisi fisik yang sudah renta, Mbah Marsiyah turun dari bus secara perlahan sambil didampingi petugas dan anggota keluarga. Kursi roda telah disiapkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanannya selama menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Tim layanan haji juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan lansia tersebut agar tetap stabil menjelang pelaksanaan umrah wajib dan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.


Kisah keberangkatan Mbah Marsiyah menjadi potret perjuangan dan keteguhan hati seorang muslimah sederhana yang tidak pernah menyerah mengejar cita-cita berhaji. Selama bertahun-tahun, ia menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan jenang atau bubur di depan rumahnya. Uang recehan hasil berdagang itu disimpan secara perlahan di dalam kaleng bekas yang disembunyikan di lemari rumahnya.


Setiap hari, Mbah Marsiyah menyisihkan penghasilan kecilnya mulai dari dua ribu hingga lima ribu rupiah. Nominal yang tampak sederhana itu dikumpulkan dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa suatu hari dirinya akan dipanggil menjadi tamu Allah. Setelah tabungan terkumpul, keluarga kemudian membantu menutupi kekurangan biaya pelunasan haji hingga akhirnya keberangkatan yang telah lama diimpikan dapat terwujud.


Perjalanan spiritual Mbah Marsiyah juga tidak lepas dari dukungan keluarga besarnya. Kelima anaknya turut bergotong royong membantu proses pelunasan biaya haji dan mendampingi selama perjalanan menuju Arab Saudi. Kehadiran keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik dan psikologis Mbah Marsiyah selama menjalani ibadah di usia lanjut.


Mbah Marsiyah diketahui mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada tahun 2021. Berkat kebijakan prioritas keberangkatan bagi lanjut usia, ia memperoleh kesempatan berangkat lebih cepat dibanding antrean reguler yang biasanya memakan waktu sangat panjang. Program prioritas lansia tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan akses pelayanan yang lebih manusiawi bagi calon jemaah berusia lanjut.


Meski telah berusia sangat lanjut, semangat hidup Mbah Marsiyah masih terlihat kuat. Dalam kesehariannya di kampung halaman, ia terbiasa berjalan-jalan ringan di sekitar rumah. Namun, karena pernah mengalami insiden jatuh di kamar mandi beberapa waktu lalu, mobilitasnya kini lebih banyak menggunakan tongkat dan kursi roda demi menjaga keselamatan.


Pemerintah daerah Kabupaten Kediri turut memberikan perhatian terhadap keberangkatan Mbah Marsiyah. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyerahkan bantuan kursi roda untuk mendukung kenyamanan serta mobilitasnya selama menjalankan ibadah haji. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap jemaah lansia yang membutuhkan fasilitas khusus.


Keberangkatan Mbah Marsiyah tidak hanya menjadi kisah pribadi yang mengharukan, tetapi juga simbol kuat tentang arti kesabaran, kerja keras, dan keteguhan iman. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi usia yang tidak lagi muda, ia membuktikan bahwa niat tulus dan usaha yang konsisten mampu mengantarkan seseorang mencapai cita-cita besar dalam hidupnya.


Kisah ini sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa ibadah haji bukan semata persoalan kemampuan finansial, melainkan juga tentang keikhlasan, perjuangan, dan keyakinan yang dijaga selama bertahun-tahun. Keteguhan hati Mbah Marsiyah dalam mengumpulkan biaya haji dari hasil jualan jenang menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat diraih melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesabaran.

[PusakoNews.com/red]

Excellent Aromatica R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews