Space Available Pasuruan R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Pemerintah Perkuat Layanan Jemaah Menuju Fase Kepulangan

Haji & Umbroh

"Fase Pemulangan Haji Dimulai, Kemenhaj Minta Jemaah Fokus Jaga Kesehatan di Madinah"

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj: Jangan Paksa Tenaga Lagi
5.499 Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj: Jangan Paksa Tenaga
5.499 Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj: Jangan Paksa Tenaga

Rangkuman Berita

  • Ribuan Jemaah Haji Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan hingga Pulang ke Tanah Air
  • Kabar Penting untuk Jemaah Haji! Hotel Dekat Masjid Nabawi Disiapkan, Ibadah Lebih Nyaman
  • Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Pemerintah Perkuat Layanan Jemaah Menuju Fase Kepulangan
Sesuaikan Ukuran Baca
516
KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Madinah - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia resmi dimulai seiring kedatangan ribuan jemaah gelombang kedua di Kota Madinah. Sebanyak 5.499 jemaah dijadwalkan tiba pada Minggu (7/6/2026) setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah menjadi bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sebelum para jemaah kembali ke Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh layanan selama masa transisi hingga kepulangan ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan optimal.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan seluruh jemaah agar memanfaatkan masa tinggal di Madinah sebagai kesempatan untuk beribadah dengan lebih tenang tanpa memaksakan kondisi fisik yang telah terkuras selama pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Dahnil, Madinah merupakan fase yang berbeda dibandingkan Makkah dan Armuzna. Setelah menjalani rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik tinggi, jemaah diharapkan dapat lebih rileks dan menjaga kebugaran menjelang kepulangan.

“Di Madinah ini tempat bergembira, lebih santai, lebih rileks. Kita berharap jemaah jangan menguras tenaga lagi karena tenaga mereka sudah banyak digunakan selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna,” ujar Dahnil saat meninjau kesiapan layanan jemaah di Hotel Grand Plaza Al Madina, Madinah.

Ia menjelaskan bahwa fase gelombang kedua merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun, kondisi fisik sebagian jemaah umumnya mulai mengalami penurunan menjelang masa pemulangan ke Indonesia.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Jemaah Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Kemudahan Ibadah hingga Kepulangan
Jemaah Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Kemudahan Ibadah hingga Kepulangan

Karena itu, pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjalankan ibadah sesuai kemampuan masing-masing dan mengutamakan keselamatan selama berada di Tanah Suci.

“Pesan kami yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri. Nikmati ibadah sebagaimana mestinya dan sewajarnya,” tegasnya.

Selain memastikan aspek kesehatan, Kemenhaj juga menjamin kesiapan fasilitas akomodasi bagi seluruh jemaah Indonesia di Madinah. Hotel-hotel yang disediakan berada pada lokasi strategis dan relatif dekat dengan Masjid Nabawi sehingga memudahkan jemaah menjalankan ibadah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Menurut Dahnil, sebagian hotel bahkan berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara lainnya berada di kawasan Markaziyah yang tetap mudah dijangkau oleh jemaah.

“Semua jemaah di Madinah mendapatkan hotel yang dekat. Ada yang hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara yang lain berada di kawasan Markaziyah yang juga dekat dan mudah dijangkau,” jelasnya.

Pemerintah berharap suasana yang lebih tenang di Madinah dapat dimanfaatkan jemaah untuk memperbanyak ibadah, berzikir, serta melaksanakan ziarah ke Raudhah sesuai jadwal yang telah ditentukan petugas.

“Kami berharap jemaah bisa menikmati suasana Madinah, memperbanyak ibadah dengan tenang, serta memanfaatkan kesempatan berziarah ke Raudhah dengan baik. Yang terpenting, kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” tambah Dahnil.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa proses pemberangkatan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah telah dimulai secara bertahap. Seluruh layanan telah dipersiapkan guna memastikan perpindahan jemaah berlangsung tertib dan lancar.

Menurut Maria, perpindahan jemaah ke Madinah bukan hanya sekadar perjalanan antar kota, tetapi merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan terbaik hingga akhir masa operasional haji.

“Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan kota, tetapi bagian dari upaya kami memastikan jemaah tetap mendapatkan layanan terbaik hingga akhir rangkaian ibadah haji,” ujarnya.

Maria menambahkan, pada musim haji tahun ini pemerintah meningkatkan kualitas layanan di Madinah, termasuk dengan menempatkan sebagian jemaah reguler di hotel yang memiliki akses lebih dekat menuju Masjid Nabawi.

Menurutnya, peningkatan layanan tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan beribadah, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus.

“Orientasi kami bukan pada fasilitas semata, melainkan bagaimana jemaah dapat beribadah lebih nyaman, lebih mudah, dan tidak cepat lelah, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah berkebutuhan khusus,” kata Maria.

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah ke Indonesia juga terus berlangsung. Hingga 7 Juni 2026, sebanyak 95 kelompok terbang (kloter) dengan total 37.459 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

Kemenhaj juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi sebagian bagasi jemaah yang belum dapat terangkut bersama penerbangan asalnya. Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar seluruh bagasi dapat diterima jemaah dengan aman dan secepat mungkin.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar seluruh bagasi dapat segera diterima jemaah dengan aman,” ujar Maria.

Selain itu, jemaah diimbau untuk menjaga paspor serta dokumen perjalanan masing-masing dan tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin pesawat. Air zamzam akan diberikan secara resmi kepada seluruh jemaah setibanya di debarkasi masing-masing di Indonesia.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat serta membawa kemabruran haji,” pungkas Maria.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Langsung Lepas 393 Jemaah UPG 10, Menhaj Apresiasi Kloter yang Pulang Utuh dan Tertib
Langsung Lepas 393 Jemaah UPG 10, Menhaj Apresiasi Kloter yang Pulang Utuh dan Tertib

Pada kesempatan terpisah, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara langsung melepas kepulangan 393 jemaah haji Kloter UPG 10 asal Kabupaten Wajo di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Pemulangan Kloter UPG 10 menjadi salah satu capaian positif dalam penyelenggaraan haji tahun ini karena seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan lengkap tanpa adanya jemaah yang sakit maupun meninggal dunia.

“Saya mengapresiasi jemaah UPG 10. Semuanya tertib, tidak ada yang sakit dan tidak ada yang wafat. Ini capaian yang bagus untuk kloter ini,” ujar Menteri Haji dan Umrah.

Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan jemaah selama menjalani seluruh rangkaian ibadah yang panjang dan penuh tantangan, baik secara fisik maupun mental.

Berdasarkan laporan petugas bandara, hingga saat ini sebanyak 108 kloter atau sekitar 42.000 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,9 persen dari total jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Laporan dari teman-teman bandara, sudah 108 kloter dengan sekitar 42.000 jemaah atau 20,9 persen dari seluruh jemaah haji kita. Semuanya lancar, semuanya baik-baik saja,” kata Irfan Yusuf.

Menteri Haji dan Umrah juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap menjaga semangat pelayanan meskipun fase puncak haji telah berakhir. Menurutnya, proses pemulangan merupakan bagian yang sama pentingnya dan harus mendapat perhatian penuh hingga jemaah terakhir tiba di Indonesia.

“Saya kira petugas, walaupun puncak haji sudah terlewati, saya harapkan tetap seperti awal. Tetap melanjutkan pekerjaan sampai kepulangan jemaah haji terakhir ke Tanah Air,” pesannya.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus memastikan seluruh proses pelayanan, perpindahan, dan pemulangan jemaah haji Indonesia berlangsung tertib, aman, nyaman, serta berjalan lancar hingga berakhirnya operasional haji tahun 2026.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews