PusakoNews.com, Kabupaten Deli Serdang - Operasional pemulangan jemaah haji Debarkasi Medan terus berlangsung. Sebanyak 352 jemaah haji asal Kabupaten Langkat bersama enam orang petugas yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) KNO-02 Debarkasi Medan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (3/6/2026).
Kedatangan para tamu Allah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemulangan jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan seluruh prosesi ibadah di Tanah Suci. Kehadiran mereka disambut dengan penuh rasa syukur oleh keluarga, kerabat, serta jajaran panitia penyelenggara ibadah haji yang telah menyiapkan proses penerimaan dan pelayanan di Debarkasi Medan.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kloter KNO-02 pada awal keberangkatan berjumlah 360 orang yang terdiri atas 354 jemaah haji dan enam petugas. Namun, dalam perjalanan pelaksanaan ibadah haji, satu orang jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci, sementara satu jemaah lainnya masih menjalani perawatan sehingga belum dapat kembali bersama rombongan. Dengan demikian, jumlah yang tiba di Tanah Air sebanyak 358 orang.
Dalam acara penyambutan yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan apresiasi atas kepulangan para jemaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia mengingatkan bahwa perjalanan spiritual yang telah dijalani selama di Tanah Suci hendaknya tidak berhenti setelah kembali ke daerah asal, melainkan menjadi fondasi untuk memperkuat kualitas kehidupan pribadi maupun sosial.
Menurut Surya, masyarakat memiliki harapan besar kepada para haji dan hajjah agar mampu menjadi panutan dalam berbagai aspek kehidupan. Predikat haji mabrur, katanya, tidak hanya tercermin dari keberhasilan menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah, tetapi juga terlihat dari perubahan sikap, perilaku, serta kontribusi nyata yang diberikan kepada lingkungan sekitar setelah kembali ke tanah air.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang diperoleh selama berhaji harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para jemaah dapat menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sementara itu, Ketua PPIH Debarkasi Medan yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menekankan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak berhenti pada tuntasnya seluruh rangkaian ritual di Tanah Suci. Menurutnya, esensi utama dari ibadah haji terletak pada kemampuan seseorang mempertahankan kemabruran setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Zulkifli menjelaskan bahwa haji mabrur merupakan ibadah yang melahirkan perubahan karakter dan perilaku ke arah yang lebih baik. Nilai kemabruran akan tercermin ketika seorang haji mampu meninggalkan sifat-sifat negatif seperti kesombongan, kerakusan, dan kedengkian, kemudian menggantinya dengan sikap rendah hati, kepedulian, serta semangat memberikan manfaat bagi sesama.
“Haji yang mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan transformasi diri. Ketika seseorang kembali dari Tanah Suci dengan akhlak yang lebih baik dan mampu memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta lingkungannya, maka nilai-nilai ibadah haji akan terus hidup dan memberi dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.
- Jemaah Haji Langkat Kembali ke Indonesia, Kemabruran Jadi Amanah Seumur Hidup
- 352 Jemaah Haji Asal Langkat Tiba dengan Selamat, Satu Jemaah Masih Dirawat di Tanah Suci
- Kepulangan Kloter KNO-02 Jadi Momentum Baru, Haji Diminta Hadirkan Manfaat Nyata









Komentar