Pasang Iklan Native PusakoNews.com R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Jelang Puncak Haji 2026, Pemerintah Perkuat Layanan Armuzna dan Hentikan Sementara Bus Shalawat

Haji & Umbroh

"Kemenhaj Larang KBIHU Pasang Identitas di Tenda Armuzna, Pelanggar Terancam Sanksi"

Jelang Armuzna, Bus Shalawat Stop Sementara Mulai 22 Mei 2026
Bus Shalawat Dihentikan Jelang Puncak Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Tenaga
Bus Shalawat Dihentikan Jelang Puncak Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Tenaga

Rangkuman Berita

Kementerian Haji dan Umrah RI terus mematangkan seluruh layanan menjelang puncak ibadah haji 2026 di Armuzna dengan memperkuat kesiapan transportasi, tenda, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah. Sebanyak 197.876 jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci, sementara layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai 22 Mei 2026 guna mendukung pengaturan mobilitas selama fase puncak haji. Pemerintah juga mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, serta meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lansia dan disabilitas. Selain itu, KBIHU dilarang memasang identitas di tenda Arafah dan Mina demi menjaga ketertiban penempatan jemaah, dengan sanksi tegas bagi pelanggar.

Sesuaikan Ukuran Baca
608
Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Mekah - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan seluruh aspek pelayanan menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berbagai langkah penguatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran mobilisasi dan pelayanan jemaah selama pelaksanaan wukuf hingga rangkaian mabit dan lempar jumrah.


Fokus penguatan mencakup penempatan jemaah di tenda Armuzna, kesiapan transportasi, distribusi konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di seluruh titik layanan. Pemerintah menilai fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan mobilisasi jutaan jemaah dalam waktu bersamaan dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi.


Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa seluruh skema layanan disusun secara bertahap, terukur, dan mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan jemaah.


“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan secara intensif, mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas di titik-titik strategis,” ujar Ichsan di Makkah, Kamis (21/5/2026).


Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci masih terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 513 kelompok terbang (kloter) dengan total 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas tercatat telah tiba melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.


Sementara itu, jemaah yang telah berada di Kota Makkah mencapai 193.593 orang yang tergabung dalam 502 kloter dengan didampingi 2.008 petugas haji. Selain jemaah reguler, tercatat pula sebanyak 15.418 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani tahapan ibadah sesuai jadwal yang telah ditentukan.


Sebagai bagian dari persiapan menghadapi pergerakan besar menuju Armuzna, pemerintah juga menetapkan penghentian sementara operasional Bus Shalawat. Kebijakan ini mulai berlaku pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.


Menurut Ichsan, penghentian sementara layanan Bus Shalawat dilakukan guna mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan sistem transportasi jemaah menjelang puncak haji.


“Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.


Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, pemerintah memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap memperoleh fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram maupun kembali ke hotel melalui dukungan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).


“Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” kata Ichsan.


Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji. Jemaah diminta mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem.


“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” ujar Ichsan.


Pemerintah juga menaruh perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Seluruh petugas dan sesama jemaah diminta meningkatkan kepedulian sosial guna mencegah adanya jemaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kesulitan saat mobilisasi berlangsung.


“Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan bantu jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian bersama dapat mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan,” tuturnya.


Terkait penataan tenda di Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina telah dilakukan secara sistematis. Pemerintah juga menegaskan larangan bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memasang identitas dalam bentuk apa pun di area tenda.


“Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas yang terpasang dan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar,” tegas Ichsan.


Menurutnya, penyeragaman identitas tenda dilakukan untuk menjaga ketertiban, memudahkan pengaturan jemaah, serta menghindari kebingungan di lapangan saat mobilisasi berlangsung. Seluruh pengaturan tenda telah disesuaikan dengan sistem penempatan resmi yang ditetapkan pemerintah dan otoritas Arab Saudi.


Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan koordinasi lintas sektor bersama otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, petugas sektor, serta seluruh unsur layanan terus diperkuat guna menjamin kesiapan Armuzna berjalan optimal.


“Kami ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, nyaman, dan dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk,” pungkas Ichsan.


Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, khususnya menjelang fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Doa dan dukungan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan moral bagi seluruh jemaah agar diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam beribadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews