Apakah Pertemuan Rubio-Paus Leo XIV Bisa Meredam Ketegangan AS-Vatikan yang Sudah Ditebar Trump?!

Rubio Bawa Pesan Trump ke Vatikan, Paus Leo XIV Beri Respons Menohok
Paus Leo XIV bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Vatikan pada 7 Mei 2026.
Paus Leo XIV bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Vatikan pada 7 Mei 2026.
Sesuaikan Ukuran Baca
713

PusakoNews.com, Vatikan - Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Vatikan kembali menjadi sorotan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggelar pertemuan tertutup dengan Paus Leo XIV di Istana Apostolik, Vatikan, Kamis waktu setempat. Pertemuan berlangsung lebih dari 45 menit dan membahas sejumlah isu sensitif, mulai dari konflik Iran, krisis kemanusiaan global, hingga hubungan bilateral AS–Vatikan yang belakangan memanas.


Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah diplomatik penting di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan Vatikan. Sebelumnya, Trump beberapa kali melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV terkait sikapnya yang menentang perang AS terhadap Iran serta dukungannya terhadap pengungsi dan migran.


Kantor Pers Takhta Suci menyebut pembicaraan berlangsung dalam suasana “ramah” dan menegaskan kembali komitmen kedua pihak untuk menjaga hubungan bilateral yang baik. Vatikan juga menyampaikan bahwa diskusi mencakup berbagai persoalan internasional, termasuk konflik di Timur Tengah, Lebanon, Afrika, hingga situasi kemanusiaan di Kuba.


Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Rubio dan Paus membahas perkembangan situasi di Timur Tengah serta sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Kedua pihak disebut sama-sama menegaskan pentingnya perdamaian dan penghormatan terhadap martabat manusia.


Dalam pertemuan tersebut, Rubio yang dikenal sebagai penganut Katolik taat juga bertukar hadiah dengan Paus Leo XIV. Rubio menghadiahkan bola sepak kristal kecil berlambang Departemen Luar Negeri AS, sementara Paus memberikan pena berbahan kayu zaitun yang disebutnya sebagai simbol perdamaian.


Usai bertemu Paus, Rubio melanjutkan pembicaraan dengan Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan Menteri Luar Negeri Vatikan Uskup Agung Paul Gallagher. Sebelum lawatan ke Vatikan, Rubio menyebut Kuba menjadi salah satu topik utama yang ingin dibahas, terutama terkait penyaluran bantuan kemanusiaan AS melalui Gereja Katolik di negara tersebut.


Pertemuan itu berlangsung di tengah hubungan yang terus memanas antara Trump dan Paus Leo XIV. Dalam unggahan di media sosial bulan lalu, Trump menyebut Paus “lemah” dalam menangani kejahatan dan mengkritik sikap politiknya. Trump juga menuding Paus terlalu berpihak pada kelompok kiri dan kebijakan yang dinilai merugikan Gereja Katolik.

Pertemuan itu berlangsung lebih dari dua jam.
Pertemuan itu berlangsung lebih dari dua jam.

Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak takut terhadap tekanan politik dan akan terus menyuarakan perdamaian. Ia juga kembali menegaskan sikap Gereja Katolik yang menolak seluruh bentuk senjata nuklir, termasuk isu kepemilikan senjata nuklir oleh Iran yang menjadi perhatian Washington.


Di sisi lain, pemerintah Italia turut menyoroti polemik tersebut. Menteri luar negeri Italia menyatakan serangan terhadap Paus tidak dapat diterima dan justru berpotensi menghambat upaya diplomasi perdamaian internasional.


Pertemuan Rubio dan Paus Leo XIV disebut menjadi upaya awal untuk meredakan ketegangan publik antara Washington dan Vatikan, sekaligus membuka kembali jalur diplomasi tertutup yang selama ini menjadi ciri hubungan Takhta Suci dengan negara-negara besar dunia.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait