Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi, Pertumbuhan Indonesia Tertinggi di G20

Nasional
Ekonomi RI Melesat! Prabowo Beberkan Pertumbuhan Tertinggi di G20
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
838
iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri untuk membahas kondisi dan prospek ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja kuat, dengan capaian kuartal IV sebesar 5,39 persen—tertinggi di antara negara G20. Secara tahunan, pertumbuhan juga tetap solid di kisaran 5,11 persen.


Sejumlah indikator ekonomi turut memperkuat optimisme, di antaranya aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansi, meningkatnya kepercayaan konsumen, serta pertumbuhan konsumsi domestik yang signifikan. Penjualan riil tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan, menunjukkan daya beli masyarakat yang terjaga.


Selain itu, fundamental ekonomi nasional dinilai tetap kuat, tercermin dari surplus neraca perdagangan yang berlanjut selama puluhan bulan, cadangan devisa yang tinggi, serta pertumbuhan kredit yang solid. Investasi juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi yang terus meningkat.


Pemerintah juga mencermati dinamika global, termasuk outlook lembaga pemeringkat internasional, sebagai bagian dari langkah antisipatif dalam menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.


Rapat ini menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta menjaga momentum pertumbuhan, sehingga Indonesia tetap berada pada jalur yang positif di tengah ketidakpastian global. 

Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Siapkan Tujuh Langkah Penguatan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued), sehingga memiliki ruang untuk menguat. Untuk itu, BI menyiapkan tujuh langkah strategis guna menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.


Langkah pertama dilakukan melalui penguatan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun internasional, guna meredam volatilitas dan menjaga kestabilan kurs.


Selain itu, BI juga mengoptimalkan instrumen moneter, termasuk pengelolaan likuiditas serta penguatan daya tarik aset keuangan domestik untuk menjaga arus modal tetap masuk. Kebijakan makroprudensial turut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sementara stabilitas sistem keuangan terus diperkuat melalui sinergi dengan otoritas terkait.


Upaya lainnya mencakup penguatan kebijakan di sektor pasar keuangan, peningkatan efektivitas operasi moneter, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah guna menjaga kepercayaan investor. BI juga terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap valuta asing.


Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan terpadu yang responsif terhadap tekanan global, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang solid.


Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal, sehingga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Ekonomi Indonesia Tembus 5,61%! Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka

Pemerintah mencatat kinerja positif perekonomian nasional pada triwulan I 2026 dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen (year-on-year). Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.


Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta aktivitas ekonomi selama momentum hari besar keagamaan. Kinerja ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat di kawasan maupun global.


Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah lanjutan, termasuk pemberian stimulus ekonomi baru yang difokuskan pada penguatan daya beli masyarakat dan sektor-sektor produktif. Selain itu, pemerintah juga merancang strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.


Upaya penguatan stabilitas makroekonomi dilakukan melalui koordinasi erat antara otoritas fiskal dan moneter, guna memastikan inflasi tetap terkendali serta menjaga kepercayaan pasar. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga dan mampu menghadapi tantangan global ke depan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait