AS Setujui Penjualan Senjata Rp140 Triliun ke Sekutu Timur Tengah

Timur Tengah Bergejolak, AS Jualan Senjata Canggih ke Sekutu di Timur Tengah
Sebuah peluncur rudal Patriot bergerak dipajang di luar Pangkalan Angkatan Darat Fort Sill dekat Lawton, Oklahoma
Sebuah peluncur rudal Patriot bergerak dipajang di luar Pangkalan Angkatan Darat Fort Sill dekat Lawton, Oklahoma
Sesuaikan Ukuran Baca
65

PusakoNews.com, Washington - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri resmi menyetujui penjualan persenjataan senilai lebih dari USD 8,6 miliar kepada sejumlah sekutu di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan, khususnya terkait perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.


Paket penjualan tersebut mencakup pengiriman berbagai sistem pertahanan dan persenjataan canggih kepada Israel, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Di antaranya adalah Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) untuk Israel senilai sekitar USD 992 juta, serta sistem komando tempur untuk Kuwait dengan nilai mencapai USD 2,5 miliar.


Qatar turut memperoleh persetujuan pembelian APKWS sekaligus pengisian ulang sistem pertahanan udara Patriot dengan nilai hampir USD 5 miliar. Sementara itu, Uni Emirat Arab disetujui untuk membeli sistem serupa dengan nilai sekitar USD 148 juta.


Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada kondisi darurat yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Dengan alasan tersebut, proses persetujuan dilakukan tanpa melalui mekanisme peninjauan Kongres sebagaimana biasanya diatur dalam Arms Export Control Act.


Langkah percepatan ini juga dilatarbelakangi meningkatnya serangan rudal dan drone dari Iran terhadap Israel dan negara-negara Teluk, yang menyebabkan menipisnya stok persenjataan serta meningkatnya tekanan terhadap sistem pertahanan udara di kawasan tersebut.


Penjualan senjata ini menegaskan komitmen Washington dalam memperkuat kemampuan pertahanan sekutu-sekutunya di Timur Tengah di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak stabil. Namun, kebijakan ini juga berpotensi memicu kembali sorotan internasional terkait peran Amerika Serikat dalam dinamika konflik kawasan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait