AS Kurangi Tentara di Jerman, NATO Terancam Melemah

Jerman Nilai Penarikan Pasukan AS Sudah Terduga, Trump Isyaratkan Pengurangan Lebih Besar
Saat ini AS memiliki lebih dari 36.000 tentara aktif yang bertugas di Jerman.
Saat ini AS memiliki lebih dari 36.000 tentara aktif yang bertugas di Jerman.
Sesuaikan Ukuran Baca

PusakoNews.com, Berlin - Pemerintah Jerman menyatakan keputusan Amerika Serikat menarik 5.000 personel militernya dari Jerman merupakan langkah yang dapat diperkirakan. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan kehadiran pasukan AS di Eropa, khususnya di Jerman, tetap penting bagi kepentingan kedua negara.


Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa pengurangan pasukan tidak akan berhenti pada angka 5.000 personel. Ia menyebut Washington akan memangkas jumlah pasukan secara drastis, namun belum menjelaskan rincian lebih lanjut.


NATO melalui juru bicara Allison Hart menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah AS untuk memahami detail keputusan tersebut. Aliansi pertahanan itu juga menilai langkah tersebut menjadi pengingat bagi negara-negara Eropa agar meningkatkan investasi pertahanan dan mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan bersama.


Saat ini, Jerman menjadi negara dengan penempatan pasukan aktif AS terbesar di Eropa, yakni lebih dari 36.000 personel. Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan sekitar 12.000 pasukan di Italia dan 10.000 di Inggris. Trump juga disebut mempertimbangkan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol.


Langkah terbaru Washington memicu kekhawatiran di lingkungan NATO yang beranggotakan 32 negara. Sejumlah pihak menilai pengurangan kehadiran militer AS di Eropa dapat melemahkan daya tangkal aliansi terhadap ancaman keamanan regional. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa ancaman terbesar bagi komunitas transatlantik saat ini justru datang dari potensi perpecahan internal.

AS Kurangi Tentara di Jerman, NATO Terancam Melemah

Di Amerika Serikat, dua politisi senior Partai Republik, Senator Roger Wicker dan anggota DPR Mike Rogers, menyatakan keprihatinan atas keputusan tersebut. Keduanya menilai kepentingan strategis AS tetap menuntut kehadiran militer yang kuat di Eropa dibandingkan penarikan besar-besaran.


Pistorius menegaskan Eropa kini harus memikul tanggung jawab lebih besar terhadap pertahanannya sendiri. Ia menyebut Jerman berada di jalur yang tepat setelah meningkatkan anggaran militer secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.


Jerman diproyeksikan mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar 105,8 miliar euro pada 2027. Jika digabung dengan pos pertahanan lainnya, termasuk dukungan berkelanjutan kepada Ukraina, total belanja pertahanan Jerman diperkirakan mencapai 3,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).


Ketegangan terbaru antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz juga disebut menjadi latar belakang keputusan tersebut. Sebelumnya, Merz mengkritik strategi Washington dalam menghadapi Iran dan menyebut Amerika Serikat dipermalukan dalam proses negosiasi. Trump kemudian membalas kritik itu melalui media sosial Truth Social.


Pentagon menyatakan penarikan pasukan dilakukan setelah evaluasi menyeluruh atas kebutuhan operasional dan kondisi lapangan. Proses pengurangan personel diperkirakan berlangsung dalam enam hingga dua belas bulan ke depan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait