UGM Berikan Perlindungan Maksimal bagi Ketua BEM Tiyo Ardianto

Ketua BEM UGM Diteror Usai Surati UNICEF, Ada Apa?
Ketua BEM UGM Diteror, Kampus Tegaskan: Kami Lindungi Civitas Akademika! ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
52
516
PusakoNews.com, Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan memberikan perlindungan penuh kepada Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, setelah menerima teror melalui pesan singkat dan intimidasi langsung.

Juru bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa kampus telah berkoordinasi dengan Tiyo dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan serta langkah perlindungan.

“Atas nama institusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika dari ancaman atau teror dalam bentuk apa pun,” ujar Andi Arsana.

Tiyo Ardianto membenarkan adanya komunikasi intens dengan pihak kampus terkait upaya perlindungan. Teror yang diterima berupa pesan intimidatif melalui aplikasi WhatsApp dari nomor asing, serta penguntitan oleh orang tak dikenal.

Insiden ini terjadi setelah BEM UGM mengirimkan surat kepada UNICEF pada 6 Februari 2026, menyoroti kasus tragis seorang anak di Ngada, NTT, yang kehilangan nyawa akibat kesulitan membeli perlengkapan sekolah.

UGM menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan mahasiswa dan memastikan aktivitas akademik serta organisasi tetap berjalan tanpa gangguan.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait