UGM Berikan Perlindungan Maksimal bagi Ketua BEM Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM Diteror Usai Surati UNICEF, Ada Apa?
Juru bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa kampus telah berkoordinasi dengan Tiyo dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan serta langkah perlindungan.
“Atas nama institusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika dari ancaman atau teror dalam bentuk apa pun,” ujar Andi Arsana.
Tiyo Ardianto membenarkan adanya komunikasi intens dengan pihak kampus terkait upaya perlindungan. Teror yang diterima berupa pesan intimidatif melalui aplikasi WhatsApp dari nomor asing, serta penguntitan oleh orang tak dikenal.
Insiden ini terjadi setelah BEM UGM mengirimkan surat kepada UNICEF pada 6 Februari 2026, menyoroti kasus tragis seorang anak di Ngada, NTT, yang kehilangan nyawa akibat kesulitan membeli perlengkapan sekolah.
UGM menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan mahasiswa dan memastikan aktivitas akademik serta organisasi tetap berjalan tanpa gangguan.
[PusakoNews.com/red]
Berita Terkait
Taruna NDA Sambut Presiden Prabowo di Negeri Sakura dengan Semangat Juang Generasi Muda
29 Mar 2026 - 22:40
643
Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito dalam Kunjungan ke Jepang
29 Mar 2026 - 14:50
654
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Virtual, Bahas Arah Kebijakan Ekonomi dan Energi Nasional
29 Mar 2026 - 00:19
668