Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Pemberangkatan Haji 2026

80 Ribu KL Avtur Disiapkan! Pertamina Kawal Pemberangkatan Haji
Haji 2026 Dimulai, Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Tak Terganggu
Haji 2026 Dimulai, Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Tak Terganggu
Sesuaikan Ukuran Baca
702

PusakoNews.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 melalui layanan energi penerbangan yang andal di seluruh titik embarkasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi, yang dijadwalkan mulai 22 April 2026, berlangsung lancar dan aman.


Pertamina menjamin ketersediaan serta kelancaran distribusi Avtur di 14 bandara embarkasi haji di seluruh Indonesia. Dukungan ini ditopang oleh sistem logistik energi yang terintegrasi dan pemantauan operasional secara berkelanjutan.


Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa melalui Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan telah menyiapkan infrastruktur aviasi secara optimal serta menjaga ketahanan stok Avtur nasional pada level aman.


“Seluruh infrastruktur aviasi dalam kondisi siap operasi dengan sistem distribusi yang andal. Ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kelancaran pemberangkatan lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci,” ujarnya.


Selama periode haji tahun ini, kebutuhan Avtur diproyeksikan melebihi 80.000 kiloliter seiring meningkatnya aktivitas penerbangan. Untuk itu, Pertamina telah melakukan perencanaan menyeluruh, mulai dari pengelolaan pasokan, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi distribusi di seluruh titik layanan.


Distribusi Avtur mencakup sejumlah bandara embarkasi utama, antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, serta Bandara Yogyakarta International Airport.


Selain memastikan operasional berjalan optimal, Pertamina juga terus memperkuat keandalan pasokan melalui peningkatan produksi dalam negeri serta pengelolaan logistik yang terintegrasi.


Dalam mendukung agenda transisi energi nasional, Pertamina turut mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Inisiatif ini bertujuan menekan emisi di sektor penerbangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik.


“Pengembangan biofuel berbasis bahan baku dalam negeri menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor,” tambah Baron.


Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina terus mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong berbagai program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang mengedepankan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan kepedulian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait