Panas! Falkland Jadi Senjata Baru AS Tekan Inggris di Tengah Konflik Iran

Ketegangan AS–Inggris Meningkat, Status Kepulauan Falkland Ikut Disorot
Falkland Island Map
Falkland Island Map
Sesuaikan Ukuran Baca

PusakoNews.com, Washington - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah langkah strategis terhadap Inggris, termasuk meninjau kembali dukungan Amerika Serikat atas klaim London terhadap Kepulauan Falkland yang selama ini dipersengketakan dengan Argentina.


Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip pejabat AS, sebuah email internal Pentagon memuat opsi kebijakan untuk merespons sekutu NATO yang dinilai tidak mendukung konflik dengan Iran. Opsi tersebut mencakup kemungkinan menangguhkan Spanyol dari NATO hingga mengevaluasi ulang dukungan diplomatik terhadap wilayah-wilayah luar negeri Eropa, termasuk Falkland. Namun, belum ada kepastian apakah langkah-langkah tersebut akan direalisasikan.


Ketegangan antara Washington dan London semakin terlihat setelah Trump beberapa kali mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dianggap enggan terlibat dalam konflik. Trump bahkan menyebut Starmer “bukan Winston Churchill” serta meremehkan kekuatan militer Inggris.


Ia juga mengancam akan memberlakukan tarif besar terhadap Inggris terkait kebijakan pajak layanan digital bagi perusahaan teknologi AS.


Pemerintah Inggris melalui Downing Street menegaskan bahwa posisi mereka terhadap Falkland tidak berubah. London menyatakan kedaulatan atas wilayah tersebut tetap berada di tangan Inggris, dengan menekankan prinsip penentuan nasib sendiri bagi penduduk setempat. Dalam referendum 2013, mayoritas warga Falkland memilih tetap menjadi bagian dari wilayah seberang laut Inggris.


Pernyataan serupa juga menegaskan bahwa Inggris siap mempertahankan kedaulatannya, sembari menolak spekulasi mengenai perubahan sikap internasional terhadap status wilayah tersebut.


Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat Liberal Inggris, Ed Davey, mengecam keras laporan tersebut. Ia menilai wacana peninjauan ulang dukungan AS terhadap Falkland sebagai langkah “tidak masuk akal” dan berpotensi memperburuk hubungan bilateral. Davey bahkan mengusulkan agar rencana kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke AS ditinjau ulang.

Panas! Falkland Jadi Senjata Baru AS Tekan Inggris di Tengah Konflik Iran

Sengketa Falkland sendiri merupakan konflik teritorial berkepanjangan antara Inggris dan Argentina. Kepulauan yang terletak sekitar 500 kilometer dari pesisir Argentina itu telah dikuasai Inggris sejak 1833, namun terus diklaim sebagai bagian wilayah Argentina dengan nama Islas Malvinas.


Konflik memuncak dalam Perang Falkland 1982, ketika Argentina mengirim pasukan untuk merebut kepulauan tersebut. Inggris merespons dengan operasi militer besar yang berujung pada pengambilalihan kembali wilayah tersebut setelah pertempuran selama lebih dari dua bulan.


Hingga kini, Falkland tetap berada di bawah administrasi Inggris, meskipun Argentina secara konsisten mengangkat isu ini di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mendorong penyelesaian melalui dialog damai.


Selain aspek kedaulatan, kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi militer maupun potensi sumber daya alam seperti minyak dan gas. Sengketa Falkland pun dinilai mencerminkan kompleksitas warisan kolonial yang masih belum terselesaikan, dengan kepentingan geopolitik yang terus berkembang di kawasan Atlantik Selatan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait