KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Tentara Prancis yang Bertugas di UNIFIL Tewas Dalam Serangan di Lebanon

Geopolitics
Dikecam Keras Emmanuel Macron: Serangan terhadap Pasukan PBB Tak Bisa Diterima!
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan tentara Angkatan Darat Lebanon berjaga di pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan .
©PusakoNews.com/reuters
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan tentara Angkatan Darat Lebanon berjaga di pos pemeriksaan di Naqoura, dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan . ©PusakoNews.com/reuters
Sesuaikan Ukuran Baca
735
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Lebanon - Seorang prajurit Prancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dilaporkan tewas dalam sebuah serangan bersenjata di wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.


Insiden tersebut terjadi ketika pasukan UNIFIL tengah menjalankan tugas operasional di lapangan. Selain satu korban jiwa, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan sebagian di antaranya dalam kondisi serius dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.


Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam keras insiden tersebut dan menyebut serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Ia juga mendesak otoritas Lebanon untuk segera mengambil langkah tegas guna mengungkap dan menindak pelaku yang bertanggung jawab.


Menurut laporan awal, serangan terjadi di wilayah selatan Lebanon saat unit UNIFIL tengah menjalankan misi, termasuk upaya membuka akses atau jalur yang terdampak konflik. Serangan dilakukan menggunakan senjata ringan oleh pihak bersenjata tak dikenal.


Sejumlah indikasi awal mengarah pada keterlibatan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, meskipun pihak terkait membantah tuduhan tersebut dan menyerukan penyelidikan menyeluruh sebelum penetapan tanggung jawab.


Pemerintah Lebanon melalui pejabat tinggi negara turut mengecam insiden tersebut dan memastikan bahwa investigasi resmi akan dilakukan guna mengungkap kronologi serta pelaku di balik serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional.


Peristiwa ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di kawasan Lebanon selatan, hanya beberapa hari setelah diberlakukannya gencatan senjata sementara antara pihak-pihak yang bertikai. Serangan terhadap personel UNIFIL kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan mandat internasional di wilayah konflik. 

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait