Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku Meski AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz

Bandar Abbas Diguncang Ledakan, Iran dan AS Saling Tuduh Serang Lebih Dulu
Konflik AS-Iran Memanas Lagi, Dunia Soroti Situasi Selat Hormuz
Konflik AS-Iran Memanas Lagi, Dunia Soroti Situasi Selat Hormuz
Sesuaikan Ukuran Baca
639

PusakoNews.com, Tehran - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas meski gencatan senjata yang disepakati sejak 7 April disebut masih berlaku. Insiden terbaru terjadi di kawasan Selat Hormuz setelah terdengar sejumlah ledakan di sekitar Bandar Abbas, Iran.


Media Iran melaporkan bagian komersial dermaga di Pulau Qeshm menjadi sasaran serangan. Komando militer tertinggi Iran menuduh Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak Iran yang tengah melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal lain di dekat pelabuhan Fujaira, Uni Emirat Arab.


Iran menyebut pasukannya langsung memberikan respons dengan menyerang kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut dan mengklaim menimbulkan kerusakan besar. Meski situasi memanas, televisi pemerintah Iran melaporkan aktivitas masyarakat di sejumlah kota tetap berjalan normal.


Di pihak lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membenarkan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS mendapat serangan saat berada di Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan tidak ada kerusakan pada aset militer AS dan menyatakan pihak Iran justru mengalami kerugian besar akibat serangan balasan.

Trump dilaporkan mengatakan gencatan senjata masih berlaku - 'Ini hanya sentuhan kasih sayang'.
Trump dilaporkan mengatakan gencatan senjata masih berlaku - 'Ini hanya sentuhan kasih sayang'.

Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata dan blokade AS terhadap Iran masih tetap berlaku. Dalam wawancara dengan ABC News, ia menyebut baku tembak tersebut sebagai “sentuhan kasih sayang”.


Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Amerika berhasil mencegat serangan Iran yang disebut tidak beralasan. CENTCOM menambahkan serangan balasan dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri saat kapal perusak rudal berpemandu AS melintasi Selat Hormuz. Tidak ada aset militer AS yang dilaporkan terkena serangan.


Peristiwa ini dinilai menjadi eskalasi serius yang berpotensi mengancam keberlangsungan gencatan senjata antara kedua negara. Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan pihak mana yang pertama kali memulai serangan.


Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump tetap mendorong penyelesaian diplomatik melalui nota kesepahaman 14 poin yang sebelumnya diajukan kepada Iran. Namun, seorang anggota senior parlemen Iran menilai proposal tersebut hanya sebagai “daftar keinginan” Washington.


Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan proposal terbaru dari AS masih dalam tahap kajian dan Teheran akan menyampaikan sikap resminya melalui mediator dari Pakistan.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait