PusakoNews.com, Tehran - Iran dilaporkan mulai meninggalkan ketergantungan pada sistem navigasi satelit Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat dan beralih menggunakan sistem BeiDou yang dikembangkan oleh China. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi peningkatan kemampuan militer sekaligus respons terhadap kerentanan GPS dalam situasi konflik.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa peralihan tersebut dilakukan terutama untuk mendukung sistem navigasi pada drone dan rudal. Penggunaan GPS sebelumnya dinilai rentan terhadap gangguan elektronik (jamming) yang dilakukan oleh pihak lawan, sehingga memengaruhi akurasi serangan.
Dengan mengadopsi sistem BeiDou, Iran disebut mampu meningkatkan presisi target serta mengurangi efektivitas sistem perang elektronik yang digunakan oleh musuh. Teknologi navigasi berbasis satelit ini juga dinilai lebih tahan terhadap gangguan sinyal, sehingga memberikan keunggulan operasional dalam medan konflik modern.
BeiDou sendiri merupakan sistem navigasi satelit global milik China yang telah beroperasi penuh sejak 2020 dan dirancang sebagai alternatif dari GPS. Sistem ini menawarkan layanan navigasi independen dengan cakupan global dan tingkat akurasi tinggi, termasuk untuk kebutuhan militer.
Pengamat intelijen menilai peningkatan akurasi serangan Iran dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari kemungkinan pemanfaatan teknologi BeiDou. Hal ini sekaligus mencerminkan pergeseran strategis Iran dalam memilih mitra teknologi di tengah dinamika geopolitik global.
Perubahan ini juga menunjukkan tren yang lebih luas dalam peperangan modern, di mana sistem navigasi satelit menjadi elemen krusial dalam menentukan efektivitas operasi militer, khususnya dalam penggunaan drone dan rudal presisi tinggi.
Langkah Iran beralih dari GPS ke BeiDou menegaskan semakin meningkatnya peran teknologi China dalam sektor pertahanan global, sekaligus menandai kompetisi yang kian tajam antara sistem navigasi satelit dunia.
[PusakoNews.com/red]








Komentar