PusakoNews.com, Washington - Perkembangan terbaru menunjukkan Iran belum mampu membuka secara penuh Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional. Menurut pejabat Amerika Serikat, hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan Iran dalam menemukan serta menyingkirkan seluruh ranjau laut yang sebelumnya dipasang di jalur strategis tersebut.
Situasi ini menjadi salah satu faktor yang membuat Iran belum dapat memenuhi desakan pemerintahan Donald Trump untuk segera membuka akses pelayaran yang lebih luas. Kondisi tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi jalannya pertemuan diplomatik antara delegasi Iran dan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance di Pakistan dalam waktu dekat.
Sebagaimana diketahui, Iran memasang ranjau laut menggunakan kapal-kapal kecil tak lama setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat. Selain ranjau, ancaman penggunaan drone dan rudal turut memperlambat aktivitas pelayaran, terutama kapal tanker minyak, hingga hampir terhenti. Dampaknya, harga energi global mengalami kenaikan signifikan, sekaligus memberikan leverage strategis bagi Iran.
Meskipun demikian, Iran masih membuka jalur terbatas bagi kapal-kapal tertentu yang membayar biaya melintas. Korps Garda Revolusi Islam Iran juga telah mengeluarkan peringatan terkait risiko tabrakan dengan ranjau, serta mempublikasikan peta jalur aman melalui media semi-resmi.
Upaya pembersihan ranjau laut diketahui jauh lebih kompleks dibandingkan pemasangannya. Baik Iran maupun Amerika Serikat menghadapi keterbatasan dalam kemampuan penyapuan ranjau secara cepat dan efektif. Militer AS sendiri masih mengandalkan kapal tempur pesisir dengan kapasitas terbatas untuk operasi tersebut.
Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Trump menegaskan bahwa keberlangsungan gencatan senjata selama dua minggu sangat bergantung pada pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembukaan jalur pelayaran akan dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada.
Saat ini, Abbas Araghchi berada di Islamabad untuk menghadiri pertemuan dengan JD Vance. Isu terkait percepatan pembukaan jalur aman di Selat Hormuz diperkirakan menjadi agenda utama dalam pembahasan tersebut.








Komentar