PusakoNews.com, Tehran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi tewasnya Kepala Organisasi Intelijen mereka, Mayor Jenderal Majid Khademi, dalam serangan yang terjadi pada awal pekan ini. Pemerintah Iran menuding serangan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, serta menyebutnya sebagai aksi teror terhadap kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut Khademi “gugur” akibat serangan musuh, sekaligus menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Iran pun melontarkan peringatan keras akan adanya respons besar terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Majid Khademi merupakan salah satu tokoh kunci dalam struktur keamanan Iran. Ia memimpin organisasi intelijen IRGC yang memiliki peran strategis dalam operasi kontraintelijen, pengawasan, serta pengamanan internal negara.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa serangan yang menewaskan Khademi merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, dengan meningkatnya intensitas serangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pihak Israel sendiri dikabarkan mengklaim keterlibatan dalam operasi tersebut, sementara pejabat militernya menyebut Khademi sebagai salah satu figur penting dalam struktur komando IRGC.
Kematian Khademi dinilai sebagai pukulan signifikan bagi jaringan intelijen Iran, mengingat posisinya yang strategis dan perannya dalam menjaga keamanan internal serta menghadapi ancaman eksternal.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih memanas dengan potensi eskalasi lanjutan, seiring pernyataan tegas Iran yang menegaskan akan melakukan pembalasan atas insiden tersebut.
[PusakoNews.com/red]








Komentar