PusakoNews.com, Washington - Pemerintah Amerika Serikat mengajukan peningkatan signifikan anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2027. Presiden Donald Trump meminta persetujuan Kongres atas tambahan dana sebesar US$ 1,5 triliun atau setara Rp 25.470 triliun.
Usulan tersebut muncul di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah, khususnya keterlibatan Amerika Serikat bersama Israel dalam perang melawan Iran. Jika disetujui, total anggaran pertahanan AS akan melonjak hingga 44% dan berpotensi menjadi investasi militer terbesar dalam sejarah modern negara tersebut.
Dalam dokumen proposal, peningkatan anggaran difokuskan untuk memperkuat fondasi militer nasional, termasuk pengembangan industri pertahanan, peningkatan kesiapan pasukan, serta modernisasi kekuatan strategis. Program prioritas mencakup ekspansi persenjataan, penguatan armada laut, hingga pengembangan sistem pertahanan mutakhir seperti proyek “Golden Fleet” dan “Golden Dome”.
Di sisi lain, pemerintah juga merencanakan efisiensi anggaran non-pertahanan sebesar US$ 73 miliar atau sekitar Rp 1.239 triliun. Pemangkasan tersebut mencakup sektor perumahan, layanan sosial, kesehatan, dan berbagai program domestik lainnya.
Meski demikian, proposal ini belum memasukkan tambahan dana sekitar US$ 200 miliar yang sebelumnya diajukan Pentagon untuk mendukung operasi militer melawan Iran.
Sebelumnya, untuk tahun fiskal 2026, pemerintah AS sempat mengusulkan anggaran pertahanan sebesar US$ 1,01 triliun sebelum akhirnya disesuaikan menjadi sekitar US$ 900 miliar dengan tambahan pendanaan khusus sebesar US$ 150 miliar.
Permintaan anggaran besar ini disampaikan seiring eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas pasokan energi global, khususnya minyak dan gas, serta menekan sentimen pasar internasional.
Dalam pernyataannya, Presiden Trump menegaskan bahwa operasi militer masih berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya serangan lanjutan. Ia bahkan mengklaim telah meraih kemajuan signifikan dalam konflik tersebut, sembari mengisyaratkan tekanan militer lebih besar terhadap Iran dalam waktu dekat.
[PusakoNews.com/red]








Komentar