"Lagu Taylor Swift Menghilang dari Unggahan Trump dan Gedung Putih"
Trump Gunakan Lagu Taylor Swift, Tak Lama Kemudian Audio Mendadak Dihapus
Taylor Swift menjadi lebih politis selama pemilihan paruh waktu tahun 2018 di AS
Sesuaikan Ukuran Baca
571
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Washington D.C. - Sejumlah lagu Taylor Swift yang sebelumnya digunakan dalam video media sosial terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Gedung Putih kini telah dihapus atau dibuat tidak tersedia.
Lagu-lagu Taylor Swift telah menghilang dari video TikTok yang mendukung Donald Trump
Penggunaan musik Swift sebelumnya muncul dalam sejumlah video di TikTok yang dipublikasikan akun kampanye Trump maupun akun resmi Gedung Putih. Salah satunya adalah lagu “August”, yang digunakan dalam video yang menampilkan Trump dan Melania Trump menyaksikan pertunjukan kembang api. Unggahan tersebut bahkan menyertakan keterangan bernada menyindir yang menyebut Swift akan senang lagunya digunakan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Lagu-lagu dari album Swift tahun 2025, The Life of a Showgirl, telah digunakan oleh pejabat pemerintahan Trump
Namun, audio dalam video tersebut kemudian menghilang. Lagu lain, termasuk “Father Figure” dan “Opalite”, juga dilaporkan telah dihapus dari sejumlah konten yang berkaitan dengan Trump. Beberapa unggahan kini menampilkan pemberitahuan bahwa musik tidak tersedia akibat klaim hak cipta atau karena pemilik hak cipta membuatnya tidak dapat digunakan.
Hingga kini belum ada pernyataan terbuka dari Swift yang menjelaskan apakah ia secara pribadi meminta penghapusan lagu-lagu tersebut. Perwakilan Swift maupun Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kejadian tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Beyonce (kanan) bergabung dengan Taylor Swift dalam mendukung Kamala Harris menjelang pemilihan umum AS 2024.
Perselisihan ini kembali menyoroti hubungan yang telah lama tegang antara Swift dan Trump. Penyanyi berusia 36 tahun itu secara terbuka mendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden 2024. Sebelumnya, Swift juga pernah mengkritik Trump dan menyatakan sikap politiknya secara terbuka.
Pada masa kampanye 2024, Trump sempat membagikan gambar hasil kecerdasan buatan yang secara keliru menggambarkan Swift dan penggemarnya seolah-olah mendukung dirinya. Swift kemudian menjadikan penggunaan gambar palsu tersebut sebagai salah satu alasan untuk menyampaikan secara terbuka dukungannya kepada Harris.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Donald Trump menyerang Taylor Swift di Truth Social tahun lalu.
Penghapusan lagu Swift juga terjadi di tengah meningkatnya perdebatan mengenai penggunaan karya musisi dalam konten politik Trump. Sejumlah musisi sebelumnya telah mempersoalkan penggunaan lagu mereka dalam materi kampanye atau unggahan politik tanpa persetujuan yang jelas.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa yang mengajukan klaim hak cipta terhadap konten-konten tersebut. Namun, hilangnya sejumlah lagu Swift dari unggahan Trump dan Gedung Putih menambah babak baru dalam perseteruan antara bintang musik pop tersebut dan presiden AS. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar