"Empat Tentara AS Tewas, Trump Beri Penghormatan Terakhir di Dover"
Perang Iran Makan Korban, Trump Sambut Jenazah Prajurit AS di Tanah Air
Trump Hadiri Prosesi Pemulangan Empat Prajurit AS yang Gugur dalam Konflik Iran
Sesuaikan Ukuran Baca
696
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Dover - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri prosesi pemulangan jenazah empat personel militer Amerika Serikat yang gugur dalam serangan terkait konflik dengan Iran di Timur Tengah. Upacara militer yang dikenal sebagai dignified transfer itu berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, Rabu (22/7) waktu setempat.
Keempat prajurit dipulangkan ke tanah air dengan peti jenazah yang diselimuti bendera Amerika Serikat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian mereka. Tiga di antaranya tewas akibat serangan rudal Iran yang menghantam barak militer AS di Yordania, sementara satu prajurit lainnya meninggal saat menangani proses peledakan sebuah pesawat nirawak di Irak.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri prosesi pemulangan jenazah di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware
Dalam kesempatan tersebut, Trump menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit yang gugur. Ia menyebut prosesi pemulangan jenazah merupakan salah satu tugas paling berat yang harus dijalani seorang presiden, seraya memberikan penghormatan kepada para anggota militer yang kehilangan nyawa saat bertugas.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sejak Februari 2026 terus memicu korban di kedua belah pihak. Hingga kini, sedikitnya 18 personel militer Amerika dilaporkan tewas dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, perang tersebut juga telah menelan ribuan korban jiwa di Iran serta menimbulkan dampak ekonomi global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Prajurit AS Gugur, Trump Sebut Momen Ini Tugas Terberat Seorang Presiden
Di tengah meningkatnya eskalasi, dukungan publik terhadap perang terus melemah. Sejumlah kalangan dari Partai Republik maupun Demokrat mulai mempertanyakan tujuan operasi militer tersebut, sementara hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika memperkirakan konflik akan berlangsung lebih lama dan semakin membebani kondisi ekonomi domestik. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar