PusakoNews.com, Tehran - Pemerintah Iran melalui pernyataan pejabat militernya menegaskan bahwa ancaman serangan darat oleh Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah benar-benar terjadi. Iran menilai rencana tersebut hanya sebatas wacana dan tidak realistis untuk dijalankan.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan sejumlah media internasional yang menyebut Pentagon tengah mempertimbangkan opsi operasi darat jika serangan udara tidak mencapai target. Bahkan, disebutkan ribuan pasukan AS telah disiagakan dan sebagian telah ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi hal tersebut, militer Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi segala kemungkinan. Iran menegaskan bahwa setiap upaya invasi darat akan berujung pada konsekuensi serius bagi pihak penyerang.
Selain memperkuat posisi pertahanan di wilayah strategis, termasuk perbatasan dan kawasan sekitar Selat Hormuz, Iran juga menegaskan bahwa pasukannya telah lama bersiap menghadapi skenario konflik terbuka.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran juga telah memperingatkan bahwa invasi darat oleh AS justru akan menjadi bencana besar bagi pihak Amerika sendiri, sekaligus menunjukkan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak serangan militer bersama AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, situasi masih terus berkembang dengan kedua pihak saling meningkatkan kesiapsiagaan militer, sementara dunia internasional menyerukan deeskalasi untuk mencegah konflik yang lebih luas.
[PusakoNews.com/red]








Komentar