Setelah Serang Iran, AS Minta Negara Arab Tanggung Biaya Militer

AS–Israel Serang Iran, Muncul Wacana Negara Arab Tanggung Biaya Perang
Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
41
673

PusakoNews.com, Washington - Konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.


Di tengah eskalasi, muncul wacana dari lingkaran Gedung Putih agar negara-negara Arab turut menanggung biaya operasi militer.


Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Carolyn Levitt, yang menyebut gagasan tersebut merupakan bagian dari opsi kebijakan pemerintahan Donald Trump.


Iran merespons dengan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan. Dalam 29 hari pertama, biaya konflik diperkirakan telah melampaui 35 miliar dolar AS dan berpotensi meningkat signifikan.


Sementara itu, tekanan juga datang dari sekutu Barat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkritik sikap negara-negara NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh.


Di dalam negeri, gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” terjadi di berbagai wilayah AS, memprotes kebijakan perang dan dampak ekonomi yang ditimbulkan.


Situasi kawasan, termasuk di Selat Hormuz, masih belum stabil dan berpotensi memengaruhi pasar energi global.


Wacana pembebanan biaya perang kepada negara-negara Arab dinilai dapat memicu ketegangan baru serta mengubah dinamika geopolitik di Timur Tengah.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait