PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis pangan global yang dipicu oleh konflik geopolitik dunia, termasuk perang di kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Menurutnya, ketegangan global telah mendorong lonjakan harga pangan serta mengganggu distribusi internasional, sehingga meningkatkan risiko ketidakpastian pasokan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Riyono menekankan pentingnya langkah strategis yang terukur guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Pertama, pemerintah diminta memastikan ketersediaan pangan sebagai fondasi utama kedaulatan nasional. Cadangan beras nasional yang telah mencapai lebih dari 4 juta ton perlu dijaga kualitas serta dikelola secara optimal agar mampu meredam gejolak harga.
Kedua, perlindungan terhadap petani harus diperkuat melalui kebijakan harga yang berpihak dan pemberian insentif, termasuk skema asuransi pertanian untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.
Ketiga, sektor pertanian dan perikanan perlu mendapatkan dukungan anggaran yang memadai. Riyono menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan sektor strategis tersebut, bahkan perlu ditingkatkan untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.
Ia juga menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke seluruh wilayah, sehingga masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah ketidakpastian global.
Riyono menilai, langkah cepat dan kebijakan yang tepat menjadi kunci agar Indonesia mampu menjaga stabilitas pangan serta melindungi kesejahteraan rakyat di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
[PusakoNews.com/red]