PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya menyiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global.
Momentum penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dinilai menjadi simbol penguatan optimisme dan persatuan nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia. Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, tinggi, dan inklusif dengan tetap menjaga disiplin fiskal serta keberlanjutan APBN. Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat berupa posisi strategis, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, dan fundamental ekonomi yang solid.
Sejumlah indikator ekonomi nasional turut dipaparkan, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY), inflasi April 2026 yang terkendali di level 2,42 persen YoY, serta surplus neraca perdagangan sebesar USD3,3 miliar pada Maret 2026. Surplus perdagangan tersebut tercatat berlangsung selama 71 bulan berturut-turut, sementara cadangan devisa Indonesia mencapai USD146,2 miliar atau setara 5,8 bulan impor.
Dalam sektor fiskal, pemerintah menegaskan APBN akan dijaga melalui optimalisasi pendapatan negara, efisiensi dan produktivitas belanja, serta pembiayaan yang inovatif, prudent, dan berkeadilan. Pemerintah juga menyiapkan strategi ekonomi dan fiskal 2027 melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi guna mendukung program prioritas nasional serta memperkuat peran swasta dan pembiayaan investasi strategis melalui sinergi Danantara dan APBN.
Adapun fokus prioritas pembangunan nasional tahun 2027 mencakup delapan klaster utama, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan. Presiden menegaskan pengelolaan kekayaan alam Indonesia harus sepenuhnya diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan fiskal yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, RAPBN 2027 diharapkan mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi berkualitas yang tidak hanya mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta memastikan pemerataan hasil pembangunan di seluruh Indonesia.
[PusakoNews.com/red]








Komentar