PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memastikan rencana penerapan pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi dampak krisis global resmi dibatalkan.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi lintas kementerian yang menetapkan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka (luring).
“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan seperti biasa dengan mempertimbangkan aspek akademik,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain pertimbangan akademik, kebijakan ini juga menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter peserta didik. Penjelasan lebih rinci akan dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan segera diterbitkan.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto sempat mendorong langkah efisiensi, termasuk opsi kerja dari rumah (WFH), sebagai respons terhadap dinamika krisis global.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa sektor pendidikan harus tetap berjalan optimal melalui pembelajaran tatap muka guna menjaga kualitas pendidikan dan mencegah risiko learning loss.
Pemerintah menilai, hingga saat ini tidak terdapat urgensi untuk menerapkan pembelajaran daring maupun hybrid di sekolah.
[PusakoNews.com/red]