PusakoNews.com, Tehran - Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan ditarik dari wilayah operasi terkait konflik dengan Iran setelah insiden kebakaran di dalam kapal yang menyebabkan ratusan awak terdampak asap.
Meski insiden tersebut menjadi pemicu penarikan, laporan terbaru yang dikutip dari Bloomberg mengungkap adanya persoalan lebih mendasar. Evaluasi Pentagon menyebut data yang tersedia belum cukup untuk menilai efektivitas tempur kapal induk kelas Ford, meski telah beroperasi sejak 2017.
Sejumlah sistem utama, termasuk peluncur pesawat, radar, dan elevator senjata, dinilai masih belum sepenuhnya andal dalam skenario perang nyata. Selain itu, beberapa perbaikan penting disebut belum mendapatkan pendanaan, menambah kekhawatiran terhadap kesiapan operasional kapal tersebut.
Dalam waktu yang sama, kapal induk lain, USS Abraham Lincoln, juga dilaporkan mundur dari area operasional di sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Penarikan dua kapal induk ini mencerminkan tekanan yang dihadapi Angkatan Laut AS dalam mempertahankan kehadiran militernya di kawasan. Temuan tersebut juga menyoroti kesenjangan antara proyeksi kemampuan teknologi militer canggih dan performa aktual di lapangan, terutama dalam konflik yang berpotensi berkepanjangan.
[PusakoNews.com/red]