PusakoNews.com, Jakarta - Laporan tahunan Bank Sentral Israel tahun 2025 mencatat kerugian ekonomi Israel mencapai lebih dari US$57 miliar atau sekitar Rp961 triliun dalam kurun 2023–2025. Angka ini setara dengan sekitar 8,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.
Kerugian tersebut dipicu oleh konflik berkepanjangan di Gaza serta eskalasi militer di kawasan lain, termasuk Lebanon. Selain itu, revisi anggaran 2026 turut menambah beban fiskal dengan alokasi tambahan sebesar US$13 miliar untuk pembiayaan perang.
Laporan juga menyoroti dampak terhadap sektor perdagangan. Ekspor ke sejumlah negara Uni Eropa yang dinilai lebih kritis mengalami penurunan signifikan, mencapai US$1 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi US$1,5 miliar pada 2025.
Sementara itu, konflik terbaru dengan Iran dilaporkan telah menekan output ekonomi sebesar 0,3 persen dari PDB hanya dalam waktu 12 hari pada Juni lalu. Dampak ini belum sepenuhnya tercermin dalam total kerugian yang dilaporkan.
Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, wilayah Gaza mengalami kerusakan infrastruktur yang luas serta korban jiwa dalam jumlah besar. Kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil terus memberikan tekanan terhadap perekonomian kawasan dan regional.
[PusakoNews.com/red]