Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Analis Militer Ungkap Skenario Terburuk Invasi AS ke Pulau Kharg

Geopolitics
Rencana AS Disorot: Pulau Kharg Disebut Bisa Jadi Kuburan Massal
Pulau Kharg Jadi Titik Rawan Konflik AS-Iran
©PusakoNews.com/red
Pulau Kharg Jadi Titik Rawan Konflik AS-Iran ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
727
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Rencana operasi militer Amerika Serikat untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, menuai sorotan tajam dari analis pertahanan internasional. Operasi amfibi tersebut dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pasukan AS.


Mantan perwira militer Swedia, Mikael Valtersson, menilai rencana tersebut mencerminkan kelemahan dalam perencanaan dan intelijen.


Ia menyoroti kekuatan Iran yang telah mengembangkan sistem rudal anti-kapal jarak jauh, berkecepatan tinggi, serta pertahanan udara mobile yang sulit dideteksi.


Selain ancaman rudal, operasi ini juga menghadapi tantangan serius, termasuk pembersihan ranjau laut, keterbatasan sistem pertahanan seperti Patriot dan THAAD, serta potensi kekurangan pasukan dalam skenario pertempuran berkepanjangan.


Peringatan serupa disampaikan Joe Kent, yang menilai pengerahan pasukan ke Pulau Kharg berisiko menjebak militer AS dalam situasi rentan terhadap serangan drone dan rudal.


Di tengah meningkatnya ketegangan, upaya diplomasi terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel-Aty dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan pentingnya penyelesaian damai guna mencegah eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Secara keseluruhan, analisis menunjukkan bahwa operasi militer di Pulau Kharg berpotensi menjadi langkah berisiko tinggi dengan konsekuensi strategis besar, baik dari sisi militer maupun stabilitas regional.

[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait