Serangan Rudal Iran Hantam Wilayah Dekat Fasilitas Nuklir Israel!

Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, 95 Orang Terluka di Dekat Fasilitas Nuklir!
Fasilitas Nuklir Terbesar Israel ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
35
718

PusakoNews.com, Tehran - Serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran mengguncang dua kota di wilayah selatan Israel pada Sabtu (21/3) dini hari waktu setempat. Dua wilayah yang terdampak adalah Dimona dan Arad, yang berada di kawasan gurun Negev dan berdekatan dengan fasilitas strategis negara tersebut.


Serangan di Dimona dilaporkan menyebabkan sedikitnya 27 orang mengalami luka-luka. Kota ini diketahui berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat riset nuklir Israel. Sementara itu, serangan di Arad mengakibatkan 68 korban luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius. Total korban dari kedua insiden tersebut mencapai 95 orang.


Pihak militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka gagal mencegat sejumlah rudal yang masuk ke wilayah tersebut. Insiden ini disebut sebagai pertama kalinya rudal Iran mampu menembus pertahanan di area yang dekat dengan fasilitas nuklir.


Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut peristiwa ini sebagai indikasi eskalasi konflik ke tahap baru. Ia menilai perkembangan tersebut mencerminkan perubahan signifikan dalam dinamika operasional di lapangan.


Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa tim darurat tambahan telah dikerahkan ke lokasi terdampak. Ia menggambarkan kondisi di lapangan sebagai sangat menantang, seiring upaya penanganan korban dan kerusakan.


Tim penyelamat melaporkan bahwa serangan langsung di Arad menyebabkan kerusakan signifikan pada sedikitnya 10 bangunan apartemen, dengan tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis dan berisiko runtuh.


Di sisi lain, International Atomic Energy Agency (IAEA) menyatakan belum menerima laporan adanya kerusakan pada fasilitas nuklir di sekitar lokasi kejadian maupun peningkatan tingkat radiasi.


Situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait