PusakoNews.com, Haifa - Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel pada Kamis (19/3) malam waktu setempat. Serangan ini terjadi tak lama setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa negaranya telah memenangkan perang melawan Iran.
Berdasarkan laporan AFP pada Jumat (20/3/2026), militer Israel mengonfirmasi adanya beberapa gelombang serangan rudal dalam rentang waktu sekitar satu setengah jam sebelum tengah malam, disusul satu serangan tambahan beberapa jam kemudian.
Suara ledakan dilaporkan terdengar di wilayah Yerusalem, bersamaan dengan aktifnya sirene peringatan serangan udara di berbagai titik kota. Meski demikian, layanan darurat Magen David Adom menyatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, pihak kepolisian mengungkapkan adanya kerusakan di sejumlah lokasi.
Media lokal Israel juga melaporkan bahwa pecahan rudal menghantam kota Haifa, termasuk area lembaga pendidikan di pinggiran kota. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Pada hari yang sama, sebuah kilang minyak di Haifa juga dilaporkan terdampak serangan.
Dalam konferensi pers sebelumnya, Netanyahu menegaskan bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah berhasil memenangkan konflik yang berlangsung. Ia mengklaim bahwa langkah militer yang diambil telah melumpuhkan kemampuan Iran dalam mengembangkan program nuklir dan produksi rudal balistik.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya eskalasi, yang kini ditandai dengan serangan balasan dari pihak Iran.
Situasi keamanan di kawasan masih terus berkembang, dengan potensi eskalasi lanjutan yang menjadi perhatian komunitas internasional.
[PusakoNews.com/red]