PusakoNews.com, Moskow - Pemerintah Rusia merespons beredarnya laporan yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dipindahkan ke Moskow untuk menjalani perawatan medis pasca serangan udara Amerika Serikat–Israel.
Laporan media asing menyebut, putra mendiang Ali Khamenei itu mengalami luka akibat serangan pada 28 Februari 2026 dan diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah adanya komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Menanggapi hal tersebut, Kremlin tidak memberikan konfirmasi. Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan pihaknya tidak mengomentari laporan semacam itu.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari “perang psikologis”. Ia menegaskan para pemimpin Iran tidak berada dalam pelarian dan tetap bersama rakyat.
Kementerian Luar Negeri Iran mengakui Mojtaba Khamenei mengalami luka akibat serangan, namun menyatakan kondisinya stabil. Sejumlah laporan menyebut ia mengalami cedera pada beberapa bagian tubuh, meski tingkat keparahannya masih menjadi perdebatan di berbagai sumber.