Space Available Wonderful Indonesia R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

BPGMN Siapkan Pemetaan Lebih dari 500 Kawasan Gambut untuk Cegah Karhutla Berulang

Nasional
Waktu:

Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko menargetkan penurunan kebakaran gambut secara bertahap melalui pemetaan risiko, dukungan teknologi, serta pemulihan ekosistem gambut dan mangrove.

BPGMN berencana memetakan lebih dari 500 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) untuk mendukung pencegahan kebakaran berulang, khususnya saat kemarau ekstrem.
Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko memberikan keterangannya kepada awak media usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko memberikan keterangannya kepada awak media usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Β©PusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1073
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) berencana memetakan lebih dari 500 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) sebagai bagian dari upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang, terutama ketika Indonesia menghadapi musim kemarau panjang.

Rencana tersebut disampaikan Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Satyawan menegaskan bahwa pengelolaan gambut menjadi salah satu prioritas lembaga yang dipimpinnya. Fokusnya tidak hanya menangani kawasan yang pernah terbakar, tetapi juga mengurangi kemungkinan kebakaran kembali terjadi di lokasi yang sama.

Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pengelolaan gambut diperkuat untuk menghadapi risiko kebakaran saat musim kemarau ekstrem, termasuk ketika terjadi fenomena El NiΓ±o.

Upaya tersebut diarahkan untuk menekan gangguan terhadap kehidupan masyarakat sekaligus mengurangi risiko terhadap kesehatan akibat kebakaran lahan gambut.

Lebih dari 500 Kesatuan Hidrologis Gambut Akan Dipetakan

Satyawan menjelaskan, BPGMN akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kondisi dan tingkat kerawanan kawasan gambut.

Salah satu langkah yang direncanakan ialah pemetaan terhadap sekitar 500 lebih Kesatuan Hidrologis Gambut. Pemetaan tersebut akan menjadi bagian dari upaya memahami karakteristik kawasan dan potensi kebakaran.

Pelaksanaannya akan didukung pemodelan untuk membaca kondisi kekeringan serta memetakan risiko kebakaran.

BPGMN juga akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin, termasuk hidrologi, revegetasi gambut, dan sosial ekonomi. Keahlian tersebut diperlukan agar upaya pengelolaan dan pemulihan ekosistem dapat mempertimbangkan kondisi lingkungan sekaligus aspek kehidupan masyarakat.

Mengenai target waktu, Satyawan belum menetapkan tenggat penyelesaian secara pasti. Ia lebih menekankan pentingnya penurunan kejadian kebakaran secara bertahap.

Target yang ingin dicapai ialah agar kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran berulang tidak kembali terbakar pada periode berikutnya.

Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pemulihan Gambut dan Perlindungan Mangrove

Selain pengendalian kebakaran gambut, BPGMN mendapat tugas melindungi ekosistem mangrove dan mengurangi deforestasi.

Satyawan menyampaikan bahwa pemulihan juga akan diarahkan pada kawasan gambut dan mangrove yang mengalami kerusakan, termasuk akibat kebakaran.

Langkah pemulihan tersebut bertujuan mengembalikan kondisi ekosistem agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Dengan demikian, tugas BPGMN mencakup pencegahan kerusakan sekaligus pemulihan kawasan yang telah terdampak.

Deteksi Dini dan Kolaborasi Antarlembaga

Sementara itu, Wakil Kepala BPGMN Sriyanto menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan koordinasi dengan berbagai lembaga yang memiliki tanggung jawab terkait.

Menurutnya, BPGMN merupakan salah satu unsur dalam penanganan karhutla sehingga efektivitas pelaksanaan tugasnya juga bergantung pada kolaborasi antarlembaga.

Sriyanto menilai kemampuan mendeteksi potensi masalah sejak dini menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran gambut.

Proses tersebut perlu dilanjutkan dengan identifikasi masalah, analisis hubungan berbagai faktor, serta penyusunan proyeksi untuk menentukan langkah penanganan.

Salah satu indikator yang disorotnya adalah kondisi permukaan air gambut. Sriyanto mencontohkan pentingnya tindakan cepat ketika indikator tersebut menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Ia menyebut angka 40 sentimeter sebagai salah satu contoh dalam pemantauan tersebut, meski keterangan yang disampaikan belum merinci acuan teknis pengukurannya.

Pendekatan deteksi dini dan pemetaan risiko diharapkan mendukung langkah pencegahan sebelum kebakaran berkembang atau kembali terjadi di kawasan yang sebelumnya terdampak.

Melalui pemetaan kawasan gambut, penerapan sains dan teknologi, serta kerja sama antarlembaga, BPGMN akan memfokuskan tugasnya pada pengurangan kebakaran berulang sekaligus pemulihan ekosistem gambut dan mangrove.

SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01] Sekretariat Presiden RI β€” Siaran Pers
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Space Available Nusa Tenggara Timur R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.
PUSAKO PILIHAN

Rekomendasi untuk Anda

Temukan bacaan berikutnya.

Pilihan terbaru 1 / 1

Memuat pilihan berita…

Pilihan menyesuaikan minat di browser ini. Anda dapat menonaktifkan atau meresetnya lewat Kelola minat.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam β€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.