PusakoNews.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membawa tiga agenda pembenahan dalam konsep Transformasi Makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0. Ketiganya mencakup pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola dan pengawasan, serta transparansi dan kolaborasi.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan paparan mengenai transformasi tersebut dalam sebuah kegiatan di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Agenda itu sekaligus menandai 100 hari kepemimpinannya di lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis.

Konsep MBG 2.0 diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program melalui evaluasi terhadap penyelenggaraan yang berjalan. Dengan demikian, agenda transformasi tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan program, tetapi juga mencakup upaya memperbaiki sistem pelaksanaannya.
Tiga prioritas yang diperkenalkan menjadi landasan pembenahan tersebut. Pemberantasan korupsi ditempatkan sebagai salah satu perhatian utama, sementara penguatan tata kelola dan pengawasan menjadi bagian dari upaya memperbaiki mekanisme penyelenggaraan.

Adapun transparansi dan kolaborasi melengkapi arah perubahan yang disampaikan Sudaryono. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari konsep penguatan pelaksanaan MBG 2.0.
Kegiatan di Jakarta itu turut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat negara lainnya. Paparan Sudaryono menjadi bagian dari momentum evaluasi 100 hari kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional.
Melalui tiga prioritas tersebut, Transformasi MBG 2.0 diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis melalui pembenahan, pengawasan, dan keterbukaan.










Komentar