"Festival budaya di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, menghadirkan 87 peserta Malingka Carano jo Arai Pinang tingkat Sumatera Barat dan 75 peserta Lomba Lagu Minang tingkat kota."
Pemerintah Kota Pariaman menggelar kegiatan ini untuk menjaga tradisi Minangkabau dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
PusakoNews.com, Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman menggelar Festival Malingka Carano jo Arai Pinang tingkat Sumatera Barat dan Lomba Lagu Minang tingkat Kota Pariaman di Panggung Utama Pantai Gandoriah, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat tradisi Minangkabau melalui keterlibatan generasi muda.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Pariaman, festival tersebut diikuti 87 peserta, termasuk peserta dari Kabupaten Padang Pariaman. Sementara itu, Lomba Lagu Minang diikuti 75 siswa dari sekolah-sekolah di Kota Pariaman. Dengan demikian, kedua kegiatan tersebut melibatkan total 162 peserta.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra, yang mewakili wali kota. Penyelenggaraannya merupakan inovasi Kecamatan Pariaman Timur di bawah koordinasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pariaman.
Elfis menyampaikan bahwa setiap kecamatan di Kota Pariaman diwajibkan menyiapkan satu inovasi setiap tahun. Untuk Kecamatan Pariaman Timur, inovasi yang dipilih berupa festival Malingka Carano jo Arai Pinang tingkat Sumatera Barat serta Lomba Lagu Minang tingkat kota.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Upaya tersebut berkaitan dengan pentingnya menjaga pengetahuan adat agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Dalam keterangan yang dimuat Pemko Pariaman, Elfis menekankan bahwa tradisi Malingka Carano jo Arai Pinang perlu terus dirawat agar anak didik memahami dan melestarikan budaya Minangkabau.
Carano sendiri memiliki kedudukan penting dalam prosesi adat Minangkabau. Dalam penjelasan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman yang dimuat pada situs resmi pemerintah kota pada 2022, carano dijelaskan sebagai wadah berisi perlengkapan seperti sirih, pinang, dan gambir yang disuguhkan kepada tamu atau pemangku adat. Penyajiannya melambangkan tata krama serta penghormatan kepada tamu.
Melalui festival dan lomba seni tersebut, Pemerintah Kota Pariaman mendorong generasi muda untuk mengenal tradisi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Informasi mengenai hasil perlombaan dan daftar pemenang belum tercantum dalam sumber yang digunakan untuk artikel ini.
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar