PusakoNews.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana memberikan bantuan uang saku kepada sopir angkutan kota (angkot), tukang becak, dan kusir andong yang beroperasi di jalur mudik wilayah Jawa Barat. Bantuan tersebut diberikan sebagai kompensasi selama mereka tidak beroperasi pada periode satu minggu sebelum dan satu minggu setelah Lebaran 2026.
Kebijakan ini bertujuan untuk membantu kelancaran arus mudik serta mengurangi potensi kemacetan di jalur-jalur utama yang dilalui pemudik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap langkah tersebut dapat mendukung kerja aparat kepolisian dalam mengamankan arus lalu lintas selama musim mudik.
“Para sopir angkot, tukang becak, dan kusir andong yang biasanya mencari nafkah di jalur mudik akan diliburkan sementara. Selama masa itu, mereka akan mendapatkan uang saku agar tidak kehilangan penghasilan,” ujar Dedi Mulyadi.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyatakan pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan berdasarkan evaluasi pelaksanaan mudik pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya adalah memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Selain rekayasa lalu lintas dan tim pengurai kemacetan, kepolisian juga akan meningkatkan layanan bagi pemudik di jalur arteri maupun tol. Fasilitas pendukung seperti pembagian takjil bagi pengendara serta penyediaan lokasi istirahat di masjid-masjid sepanjang jalur arteri juga akan disiapkan melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia.
Polisi juga mengantisipasi potensi kepadatan di jalur rawan seperti kawasan Nagreg hingga jalur menuju Tasikmalaya yang memiliki karakteristik jalan menanjak, menurun, serta perlintasan rel kereta api.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar bagi seluruh pemudik.
[PusakoNews.com/red]