BPBD Manggarai Timur Tinjau Kerusakan Crossway Wae Musur Akibat Banjir Bandang

Crossway Wae Musur Putus Diterjang Banjir Bandang, Akses 3 Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Hujan Deras Picu Banjir Bandang, Jalur Penghubung Wae Musur Putus Total
Hujan Deras Picu Banjir Bandang, Jalur Penghubung Wae Musur Putus Total
Sesuaikan Ukuran Baca
603

PusakoNews.com, Kabupaten Manggarai Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur bersama Pemerintah Kabupaten setempat melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan crossway Wae Musur di Kecamatan Rana Mese yang putus akibat diterjang banjir bandang, Rabu (13/5/2026).


Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Manggarai Timur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Derasnya arus Sungai Wae Musur mengakibatkan sebagian badan crossway ambruk dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kerusakan infrastruktur tersebut menyebabkan akses transportasi menuju tiga desa, yakni Desa Lidi, Desa Bea Ngencung, dan Desa Satar Lenda, terputus total. Aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga, ikut terganggu akibat lumpuhnya jalur penghubung tersebut.


Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur bersama tim dari BPBD dan Dinas PUPR turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat. Pemerintah daerah menegaskan akan segera melakukan upaya perbaikan setelah kondisi debit air sungai memungkinkan.


Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu banjir maupun longsor di sejumlah wilayah rawan bencana.


Crossway Wae Musur sebelumnya dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai akses vital penghubung antarwilayah dan penunjang aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Manggarai Timur.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait