PusakoNews.com, Kabupaten Jayapura - Di tengah perubahan zaman dan modernisasi pusat perdagangan, Pasar Lama Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, masih bertahan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pasar tradisional ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang sosial yang menghidupi banyak keluarga dan pelaku usaha kecil.
Sejak pagi hari, aktivitas pasar telah dipenuhi pedagang dan pembeli dari berbagai wilayah di sekitar Sentani. Beragam kebutuhan pokok, hasil kebun, ikan air tawar, hingga barang kebutuhan harian diperjualbelikan secara langsung. Kehadiran pasar tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan tradisional.
Meski menghadapi tantangan perkembangan pasar modern dan perubahan pola belanja masyarakat, Pasar Lama Sentani tetap menunjukkan daya tahannya. Interaksi langsung antara pedagang dan pembeli, sistem tawar-menawar, serta kedekatan sosial menjadi ciri khas yang masih dipertahankan hingga kini.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur pasar dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Penataan kawasan, pengelolaan sampah, drainase, hingga kenyamanan pengunjung menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan warga dan pedagang. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyampaikan rencana penataan ulang kawasan Pasar Lama Sentani guna menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata dan aman bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Sentani, pasar tradisional tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar pusat ekonomi. Pasar menjadi ruang pertemuan sosial, tempat bertukar informasi, sekaligus simbol ketahanan ekonomi rakyat di tengah berbagai perubahan.
Keberadaan Pasar Lama Sentani diharapkan tetap dipertahankan melalui dukungan penataan yang berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas dan aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang selama ini tumbuh di dalamnya.
[PusakoNews.com/red]
Komentar