PusakoNews.com, Tehran - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan kebijakan penutupan akses di Selat Hormuz tetap diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan krisis energi global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3/2026), beberapa hari setelah ia dikukuhkan sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya, Mojtaba memerintahkan militer Iran untuk mempertahankan langkah pemblokiran jalur strategis tersebut. Ia juga menyerukan negara-negara di kawasan Timur Tengah agar menutup pangkalan militer milik Amerika Serikat di wilayah mereka.
Mojtaba menegaskan Iran akan terus menuntut pertanggungjawaban atas kematian Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Ia menyebut pembalasan Iran masih akan berlanjut hingga tuntutan negaranya terpenuhi.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak besar terhadap pasar energi dunia. International Energy Agency (IEA) melaporkan konflik tersebut memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern. Sekitar 20 juta barel minyak per hari yang biasanya melintasi Selat Hormuz mengalami hambatan distribusi, sehingga produksi gabungan negara-negara Teluk dipangkas hingga sekitar 10 juta barel per hari.
Sebagai respons darurat, IEA mengoordinasikan pelepasan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global guna menstabilkan pasar energi.
Di Indonesia, Pertamina mengambil langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan perusahaan tengah mencari sumber impor alternatif di luar Timur Tengah, termasuk dari Afrika dan Amerika Serikat, guna memastikan pasokan energi tetap aman.
Langkah ini dilakukan karena sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini dikirim melalui Selat Hormuz. Selain diversifikasi impor, Pertamina juga mendorong peningkatan produksi energi domestik, termasuk optimalisasi produksi di Blok Cepu.
Pertamina menegaskan keselamatan kru kapal dan keamanan distribusi energi menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang di kawasan Timur Tengah.
[PusakoNews.com/red]