Malam Lailatul Qadar: Momentum Ibadah Paling Mulia yang Bisa Datang Kapan Saja di Akhir Ramadan

Satu Malam Setara 1.000 Bulan Ibadah yang Bisa Datang Kapan Saja di Akhir Ramadan
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
68
689

PusakoNews.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang sangat dinantikan umat Islam, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa bagi setiap Muslim yang menghidupkannya dengan ibadah.


Dalam Al-Qur’an surat Surah Al-Qadr dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an. Allah SWT menyebutkan bahwa nilai ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Pada malam itu pula para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar.


Meski sangat istimewa, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.


Sejumlah ulama juga memiliki pandangan berbeda terkait malam yang paling berpotensi menjadi Lailatul Qadar. Imam Syafi’i misalnya menyarankan untuk lebih menghidupkan malam ke-23 Ramadan, sementara sebagian riwayat dari sahabat Nabi menyebut malam ke-27 sebagai malam yang paling kuat kemungkinannya.


Karena keutamaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, seperti melaksanakan salat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan istighfar, serta melakukan i’tikaf di masjid. Rasulullah juga mengajarkan doa khusus yang dapat dipanjatkan pada malam tersebut:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti, Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.


Momentum Lailatul Qadar menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Oleh karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan dengan berbagai amal kebaikan.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait