Pentagon Akui, Serangan Balasan Iran Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!

Iran Hantam Balik! 150 Tentara AS Jadi Korban, Pentagon Akhirnya Buka Suara
Penghormatan terakhir kepada jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
80
729

PusakoNews.com, Washington - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkapkan sekitar 150 personel militer AS mengalami luka-luka selama konflik yang berlangsung dengan Iran di kawasan Timur Tengah.


Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membenarkan laporan yang menyebut jumlah korban luka tersebut terjadi sejak operasi militer dimulai lebih dari sepekan lalu. Ia menegaskan angka itu masih bersifat perkiraan awal dan dapat berubah seiring pembaruan data.


Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan bahwa delapan tentara mengalami luka berat, sementara sebagian besar lainnya menderita cedera ringan. Sebanyak 108 personel dilaporkan sudah kembali menjalankan tugas.


Korban luka tersebut terjadi setelah Iran melancarkan serangan balasan berupa roket dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Serangan itu juga dilaporkan menewaskan tujuh tentara AS yang berada di Kuwait dan Arab Saudi.


Konflik yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury kini memasuki hari ke-11. Dalam operasi tersebut, militer AS menargetkan berbagai fasilitas nuklir, infrastruktur militer, serta pusat komando Iran.


Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan optimistis konflik dapat berakhir dalam waktu dekat. Ia mengklaim kemampuan militer Iran telah melemah, meskipun pihak Iran memberi sinyal siap menghadapi perang yang lebih panjang.


Di sisi lain, sejumlah anggota Kongres mulai mempertanyakan dampak konflik, termasuk kemungkinan tambahan anggaran perang serta potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan.


Ketegangan di Timur Tengah juga berdampak pada pasar energi global. Gangguan di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia, memicu kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat dalam dua pekan terakhir.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait