KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Trump Klaim Ancaman Iran, Pentagon : Tidak Ada Bukti Iran Akan Serang AS!

Geopolitics
Pentagon Bongkar Fakta ke Kongres: Tak Ada Bukti Iran Mau Serang AS!
The Pentagon, kantor pusat Departemen Pertahanan Amerika Serikat
©PusakoNews.com/red
The Pentagon, kantor pusat Departemen Pertahanan Amerika Serikat ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
578
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Washington - Pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup kepada staf Kongres Amerika Serikat mengakui tidak terdapat bukti intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu. Informasi tersebut disampaikan kepada anggota dari berbagai komite keamanan nasional di Senat dan DPR, menurut sumber yang mengetahui jalannya pertemuan.

Pengakuan ini muncul di tengah operasi militer besar-besaran yang diluncurkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah potensi ancaman langsung terhadap pasukan dan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan publik, Presiden Trump menegaskan operasi militer bertujuan menekan program rudal dan mencegah Iran memperoleh kemampuan senjata nuklir. Ia juga menyebut ancaman balistik sebagai alasan utama tindakan militer tersebut. Namun, dalam pengarahan tertutup itu, pejabat pertahanan tidak menyampaikan adanya data intelijen yang menunjukkan serangan pendahuluan dari Teheran terhadap pasukan AS.

Operasi militer dilaporkan menargetkan lebih dari 1.000 sasaran strategis, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur pertahanan Iran. Militer AS juga mengonfirmasi adanya korban di pihak Amerika dalam konflik yang masih berlangsung.

Sejumlah anggota Partai Demokrat mempertanyakan dasar hukum dan justifikasi intelijen atas operasi tersebut, serta menilai langkah militer diambil tanpa konsultasi luas dengan Kongres maupun sekutu internasional.

Perkembangan situasi ini terus menjadi sorotan publik dan politik di Washington, seiring meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.
[PusakoNews.com/red]
iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait