Ketua BoP Serang Iran, Hikmanto Juwana: Sebaiknya Indonesia keluar dari BoP

Indonesia Diminta Evaluasi Keanggotaan Board of Peace, Fokus pada PBB
Hikmahanto: BoP Tak Efektif, Jangan Sampai Indonesia Terseret!
Sesuaikan Ukuran Baca
56
523
PusakoNews.com, Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mendesak pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang keanggotaannya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Desakan ini muncul menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Menurut Hikmahanto, forum BoP dinilai tidak berjalan efektif sesuai mandat awalnya sebagai wadah penyelesaian konflik global.

Ia menilai keberadaan BoP justru berpotensi kontraproduktif dan tidak menunjukkan peran signifikan dalam meredakan ketegangan internasional. Karena itu, ia menyarankan Indonesia untuk keluar dari forum tersebut dan memusatkan diplomasi multilateral melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Indonesia sebelumnya telah resmi bergabung dalam BoP. Presiden Prabowo Subianto bahkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian yang digelar di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, pada 19 Februari 2026.

Sementara itu, Pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di kediamannya. Pemerintah Iran menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari serta menegaskan akan mengambil langkah tegas atas insiden tersebut.

Perkembangan ini menambah dinamika geopolitik global dan menjadi perhatian serius berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam menentukan arah kebijakan luar negeri ke depan.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait