Tangis dan Amarah Rakyat Iran Atas Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

Garda Revolusi Bersumpah Balas, Situasi Makin Memanas
40 Hari Berkabung! Iran Resmi Umumkan Duka Nasional Usai Khamenei Wafat ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
80
513
PusakoNews.com, Tehran - Rakyat Iran diliputi duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikonfirmasi meninggal dunia pada Minggu (1/3). Kabar wafatnya disampaikan menyusul rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan sejumlah titik di Teheran, termasuk kompleks kediaman resmi pemimpin tertinggi.

Sejumlah warga memadati berbagai lokasi di ibu kota Teheran. Para pelayat terlihat mengibarkan bendera Iran, membawa foto Khamenei, dan menyampaikan doa. Aksi berkabung juga berlangsung di Lapangan Enghelab, Teheran, serta di Makam Imam Reza di Masyhad.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas nasional selama tujuh hari.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform Truth Social menyampaikan konfirmasi atas kematian tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk “keadilan” bagi rakyat Iran dan Amerika.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan besar”. Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi menegaskan akan melancarkan operasi militer besar sebagai respons terhadap Israel dan pangkalan Amerika Serikat.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini menjadi perhatian dunia menyusul meningkatnya ketegangan pascakejadian tersebut.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait