Trump Umumkan Operasi Militer Besar-besaran AS terhadap Iran

AS Serang Teheran, Donald Trump Deklarasi Perang Terbuka
Trump Resmi Gempur Iran, Perang Besar Dimulai? ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
65
549
PusakoNews.com, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran dalam pidato resminya menyusul serangan udara gabungan AS–Israel ke Teheran. Operasi tersebut diklaim bertujuan melindungi kepentingan dan keamanan nasional Amerika Serikat dari ancaman langsung rezim Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Iran selama puluhan tahun dianggap sebagai sponsor utama terorisme global dan dituding bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap kepentingan AS, termasuk insiden penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran, serangan terhadap personel militer Amerika, hingga dukungan terhadap kelompok militan di Timur Tengah.

Trump juga menyatakan bahwa program nuklir Iran menjadi alasan utama tindakan militer ini. Ia merujuk pada operasi sebelumnya yang disebut “Midnight Hammer” yang menargetkan fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Pemerintah AS, menurutnya, tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

Trump Tantang Garda Revolusi Iran: Letakkan Senjata atau Binasa

Selain menargetkan fasilitas nuklir dan industri rudal, operasi militer disebut akan mencakup penghancuran infrastruktur militer strategis Iran, termasuk kemampuan angkatan laut serta jaringan proksi bersenjata di kawasan.

Trump mengklaim pemerintahannya telah mengambil langkah untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS, namun mengakui kemungkinan adanya korban dalam konflik tersebut. Ia juga menyerukan kepada aparat keamanan Iran untuk menyerah dan menawarkan jaminan perlindungan, serta menyampaikan pesan dukungan kepada rakyat Iran agar “mengambil masa depan mereka sendiri.”

Pidato tersebut menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan antara Washington dan Teheran, serta berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait