Space Available Jayapura R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pertama Kali! Hasil Riset BRIN Dipamerkan di Istana, Prabowo: Kunci Kemajuan Ada di Sains

Sains & Teknologi

"Presiden Prabowo Buka Pintu Istana bagi Periset BRIN, Tegaskan Riset dan Sains Menjadi Pilar Indonesia Emas 2045"

Sejarah Baru! Presiden Prabowo Undang 150 Periset BRIN ke Istana, Inovasi Anak Bangsa Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026
Sesuaikan Ukuran Baca
591
NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Sebuah momentum bersejarah tercipta di Istana Kepresidenan Jakarta ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk pertama kalinya mengundang lebih dari 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya berdialog secara langsung dengan Kepala Negara, para peneliti juga memperoleh kesempatan memamerkan berbagai hasil riset dan inovasi strategis karya anak bangsa di lingkungan Istana Merdeka.

Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan pemerintah dengan komunitas ilmiah nasional. Untuk pertama kalinya, hasil penelitian dari berbagai sektor strategis dipresentasikan secara langsung kepada Presiden sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan pembangunan nasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kehadiran para periset di Istana merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, selain membawa lebih dari 150 peneliti dari seluruh Indonesia, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pertama bagi para ilmuwan memamerkan hasil riset strategis secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Apresiasi Presiden Menjadi Energi Baru bagi Dunia Riset

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesempatan yang diberikan kepada para periset untuk hadir di Istana Kepresidenan. Menurutnya, undangan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan kepada kalangan ilmiah, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para peneliti untuk terus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Arif menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kuat Presiden dalam menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dukungan politik terhadap dunia penelitian dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat lahirnya berbagai teknologi strategis yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.

Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Presiden: Sains dan Teknologi Menentukan Kemajuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa tujuan utama pertemuan tersebut adalah melihat secara langsung capaian riset yang telah dihasilkan BRIN sekaligus memperoleh gambaran mengenai potensi pengembangannya di masa depan.

Presiden menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dihasilkan para peneliti Indonesia. Ia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk kembali mengunjungi berbagai pusat penelitian sebagaimana pernah dilakukan saat mendatangi kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Cibinong pada masa lalu.

Menurut Presiden, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh sebab itu, penguatan sektor pendidikan harus menjadi fondasi utama agar Indonesia mampu melahirkan lebih banyak ilmuwan, inovator, dan teknologi yang berdaya saing global.

Kepemimpinan Harus Berbasis Fakta dan Pendekatan Ilmiah

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan nasional harus didasarkan pada fakta, realitas, dan pendekatan ilmiah.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah membangun budaya kepemimpinan yang berpijak pada data serta kondisi nyata di lapangan. Menurut Presiden, menghadapi kenyataan secara objektif memang tidak selalu menyenangkan, namun menjadi langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat.

Presiden juga mengingatkan bahwa kebiasaan menyalahkan pihak lain ataupun mencari kambing hitam tidak akan membawa bangsa menuju kemajuan. Sebaliknya, evaluasi berbasis bukti, pemikiran rasional, serta metode ilmiah harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan kebijakan.

Lebih jauh, Presiden menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi sebagai modal utama meningkatkan daya saing Indonesia. Dengan sumber daya manusia yang besar, Indonesia dinilai memiliki potensi melahirkan inovasi kelas dunia apabila para ilmuwan memperoleh pembinaan, dukungan, dan kesempatan berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Presiden, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur hanya dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional, berbasis ilmu pengetahuan, matematika, dan fakta.

Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang Bangsa

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang Bangsa

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan nasional sebagai fondasi lahirnya riset dan inovasi.

Ia mengakui bahwa hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara lain. Namun, capaian tersebut harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional, bukan sebagai alasan untuk pesimistis.

Presiden menjelaskan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain karena harus melayani sekitar 388 ribu sekolah yang tersebar dari wilayah pegunungan hingga pulau-pulau terluar.

Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi di bidang pendidikan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari perbaikan sarana sekolah, pembangunan sekolah unggulan berstandar International Baccalaureate (IB), hingga memperluas kerja sama dengan universitas-universitas terbaik dunia melalui berbagai skema kolaborasi akademik.

Presiden menegaskan bahwa investasi pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kemampuan Indonesia menghasilkan penemuan ilmiah, paten, dan inovasi pada masa mendatang.

Di sisi lain, Kepala Negara mengakui bahwa investasi Indonesia pada sektor penelitian dan pengembangan (research and development) masih relatif rendah sehingga perlu terus diperkuat.

Untuk mendukung peningkatan anggaran pendidikan dan riset, pemerintah akan mengoptimalkan efisiensi pengelolaan keuangan negara melalui pemberantasan korupsi, praktik penipuan, under-invoicing, penyalahgunaan anggaran, serta berbagai bentuk mismanagement.

Beragam Inovasi Strategis BRIN Dipamerkan di Istana

Sebelum berdialog dengan para periset, Presiden Prabowo meninjau langsung berbagai hasil penelitian yang dipamerkan BRIN.

Didampingi Kepala BRIN Arif Satria, Presiden mengunjungi sejumlah stan inovasi yang menampilkan teknologi pada bidang energi, pertahanan, kedirgantaraan, kesehatan, pangan, transportasi, hingga pengolahan air.

Sepanjang peninjauan, Presiden terlihat aktif berdiskusi dengan para peneliti, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai potensi penerapan teknologi, serta mendengarkan penjelasan mengenai manfaatnya bagi pembangunan nasional.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah teknologi pengolahan air darurat yang mampu mengubah air banjir, air payau, air sungai, maupun air tanah menjadi air siap minum. Presiden bahkan mencoba langsung hasil pengolahan teknologi tersebut yang telah dimanfaatkan dalam berbagai operasi penanggulangan bencana.

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R5a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Teknologi Strategis untuk Mendukung Kemandirian Nasional

Kepala BRIN, Arif Satria
Kepala BRIN, Arif Satria

Dalam laporannya, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa seluruh inovasi yang dipamerkan merupakan bagian dari pembangunan kapabilitas teknologi nasional.

Pada sektor energi, BRIN mengembangkan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF) melalui kolaborasi Sister Lab bersama peraih Nobel Kimia 2025, Susumu Kitagawa. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi tersebut diproyeksikan mampu menghemat subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

Di bidang kedirgantaraan, BRIN mengembangkan teknologi pesawat, wahana nirawak, hingga satelit penginderaan jauh. Pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan diluncurkan pada awal 2027 guna mendukung sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, serta pengawasan maritim dengan efisiensi biaya misi sekitar 71,9 persen dibandingkan teknologi sejenis.

Pada sektor pertahanan, BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) Alap-Alap yang memiliki kemampuan terbang hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer untuk mendukung pemetaan, pemantauan, serta pengawasan wilayah.

Sementara itu, di bidang transportasi dan ketahanan pangan, BRIN mengembangkan kendaraan listrik, teknologi kapal, mesin berbahan bakar fleksibel, inovasi pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kapal nelayan listrik yang berpotensi menurunkan biaya operasional energi hingga sekitar 70 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak.

Pada sektor kesehatan, BRIN terus mengembangkan vaksin, teknologi diagnosis penyakit, radiofarmaka, serta berbagai alat kesehatan. Di sektor industri, BRIN berhasil menciptakan sepatu sekolah berbahan baku karet lokal menggunakan teknologi One Piece Injection Molding dengan biaya produksi di bawah Rp70 ribu, sekaligus mengembangkan smart insole yang dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi medis, olahraga, hingga keselamatan kerja.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan berbagai teknologi strategis lainnya, antara lain pengolahan mineral kritis, teknologi nuklir, sistem rumah modular, teknologi perlindungan pantai untuk Giant Sea Wall, pengolahan sampah, hingga desalinasi air laut.

Menurut Arif Satria, penguasaan teknologi tersebut menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pengembang teknologi nasional secara mandiri.

Ia menegaskan bahwa BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak dini sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), bangsa ini telah memiliki kesiapan sumber daya dan teknologi sendiri.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Riset Menjadi Motor Pembangunan Nasional

Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto meninjau sejumlah hasil riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum menemui sekitar 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026

Menutup paparannya, Kepala BRIN menegaskan bahwa seluruh inovasi yang dipamerkan bukan sekadar hasil penelitian laboratorium, melainkan bukti kemampuan bangsa Indonesia membangun kemandirian teknologi.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi hasil riset dengan mempertemukan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat sehingga inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Arif optimistis dukungan Presiden Prabowo akan semakin memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mempercepat pelaksanaan Asta Cita dan pencapaian target Indonesia Emas 2045.

Pertemuan bersejarah antara Presiden Prabowo dan para periset BRIN ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah menempatkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan penguasaan teknologi sebagai pilar utama pembangunan Indonesia. Kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara maju.
[PusakoNews.com/red]

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R9b

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

HUT RI Ke-81 R1 PusakoNews.com R6a

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews