Jiu Tian “Kapal Induk Drone” Langit dari Tiongkok

China Pamer “Kapal Induk Drone” di Udara
China Punya Kapal Induk Drone di Udara ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
59
514
PusakoNews.com, Beijing - Perbincangan mengenai skema pemanfaatan kapal induk bekas Italia, Giuseppe Garibaldi, kembali memicu sorotan publik, khususnya terkait opsi pengangkutan drone tempur. Di tengah diskursus tersebut, Tiongkok memperkenalkan teknologi yang melampaui konsep kapal induk konvensional: Jiu Tian atau “Surga Kesembilan”, sebuah drone raksasa yang berfungsi sebagai kapal induk di udara.

Jiu Tian dirancang mampu membawa dan meluncurkan hingga 100 drone kamikaze kecil dalam satu misi. Laporan yang dikutip dari Popular Mechanics menyebut sistem ini memungkinkan pengerahan kawanan drone secara cepat untuk operasi serangan maupun pengintaian.

Drone ini pertama kali diperkenalkan ke publik dalam ajang Zhuhai Airshow pada November 2024 dengan nama Smart-configuration Support Unmanned Aerial Vehicle (SS-UAV) atau “Jetank”. Pengembangannya melibatkan sejumlah perusahaan teknologi di Shaanxi dan Guangzhou bersama Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Proyek tersebut dilaporkan rampung dalam 18 bulan dengan investasi sekitar US$500 juta.

Secara spesifikasi, Jiu Tian memiliki bentang sayap 25 meter—mendekati ukuran pesawat komersial—dengan bobot maksimum sekitar 11 ton. Drone bermesin jet tunggal ini mampu terbang hingga ketinggian 49.000 kaki selama 12 jam, dengan kecepatan maksimum 700 km/jam dan daya jelajah sekitar 4.350 mil. Kapasitas angkutnya mencapai 6,6 ton.

Fitur utamanya adalah “Isomerism Hive Module”, kompartemen khusus untuk meluncurkan berbagai jenis drone, termasuk drone kamikaze FPV, quadcopter, hingga UAV fixed-wing. Selain itu, delapan cantelan di bawah sayap memungkinkan pemasangan beragam persenjataan berpemandu, mulai dari bom presisi hingga rudal antikapal.

Desain modular Jiu Tian juga membuka kemungkinan penggunaan non-militer, seperti pengiriman logistik dan bantuan kemanusiaan, berkat ruang muatan yang dapat dikonfigurasi ulang.

Kehadiran Jiu Tian menandai babak baru dalam evolusi peperangan modern berbasis sistem nirawak, sekaligus menunjukkan arah pengembangan teknologi militer masa depan yang semakin mengandalkan operasi drone terintegrasi dan taktis.

Berita Terkait