PusakoNews.com, Jakarta - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) resmi menghadirkan kembali merek Ace Hardware di Indonesia setelah memperoleh kepercayaan sebagai mitra baru dari jaringan ritel perlengkapan rumah tangga asal Amerika Serikat tersebut. Kehadiran kembali Ace Hardware terjadi setelah kerja sama lisensi sebelumnya dengan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) berakhir pada penghujung 2024 dan tidak diperpanjang oleh Kawan Lama Group.
Sebagai langkah awal, MAPI telah membuka gerai perdana Ace Hardware di Sunter Mall, Jakarta Utara, pada akhir Juli 2026. Perseroan selanjutnya akan melanjutkan ekspansi dengan membuka gerai kedua di AEON BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Dalam strategi pengembangannya, MAPI menegaskan akan menghadirkan konsep Ace Hardware yang selaras dengan format gerai di negara asalnya, Amerika Serikat. Meski demikian, perusahaan memilih menerapkan pendekatan yang terukur dengan tidak melakukan ekspansi secara agresif pada tahap awal.
Perseroan menargetkan pembukaan lima hingga tujuh gerai sebagai fase awal pengembangan bisnis. Setelah seluruh gerai tersebut beroperasi, MAPI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa operasional, kinerja keuangan, serta tingkat profitabilitas sebelum menentukan arah ekspansi berikutnya.
Ace Hardware Resmi Kembali ke Indonesia, Garap Segmen Baru yang Menjanjikan
"MAPI Resmi Hadirkan Kembali Ace Hardware di Indonesia, Targetkan Pembukaan Hingga Tujuh Gerai Tahap Awal"
Manajemen MAPI menjelaskan bahwa bisnis perlengkapan rumah tangga merupakan segmen baru bagi perusahaan. Oleh karena itu, proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap sembari mempelajari karakteristik pasar dan memastikan model bisnis yang diterapkan mampu memberikan hasil yang optimal.
"Namun, kami menyadari bahwa ini merupakan segmen baru bagi kami dan masih memerlukan proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami tidak akan melakukan ekspansi secara agresif," tulis manajemen MAPI dalam paparan publik yang dikutip pada Senin (3/8).
Diversifikasi Bisnis Jadi Pertimbangan Utama
MAPI mengungkapkan bahwa peluang menghadirkan kembali Ace Hardware bermula setelah Kawan Lama Group memutuskan tidak melanjutkan kerja sama lisensi dengan prinsipal Ace Hardware di Indonesia.
Setelah keputusan tersebut, pihak prinsipal Ace Hardware menghubungi MAPI untuk menawarkan kerja sama sebagai mitra baru di pasar Indonesia. Perseroan kemudian melakukan serangkaian pembahasan dengan Kawan Lama Group yang mengonfirmasi bahwa penghentian kerja sama merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Selanjutnya, MAPI bersama pihak Ace Hardware melakukan proses evaluasi dan studi kelayakan sebelum akhirnya memutuskan menerima penawaran tersebut.
Manajemen menilai kerja sama ini menjadi peluang strategis untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan melalui diversifikasi ke segmen baru yang dinilai dapat melengkapi lini usaha ritel yang selama ini telah dijalankan.
"Pada akhirnya, kami melihat ini sebagai peluang diversifikasi bagi MAP, karena kami selalu mencari segmen baru yang dapat melengkapi bisnis yang sudah ada," ujar manajemen.
Sebelumnya, lisensi Ace Hardware di Indonesia dipegang oleh PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Setelah masa lisensi berakhir pada akhir 2024, perusahaan melakukan transformasi identitas merek dengan mengoperasikan seluruh jaringan tokonya menggunakan nama AZKO.
Laba Bersih MAPI Melonjak pada Semester I 2026
Di tengah langkah ekspansi tersebut, kinerja keuangan MAPI juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang semester pertama 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, MAPI membukukan laba bersih sebesar Rp1,21 triliun hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut meningkat 26,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp960,92 miliar.
Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp24,15 triliun, tumbuh 23,34 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai Rp19,58 triliun.
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari bisnis penjualan ritel yang menghasilkan Rp21,98 triliun, meningkat 23,6 persen dibandingkan Rp17,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, segmen penjualan grosir juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 34,2 persen, menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp951,14 miliar.
Siapkan Belanja Modal Rp2 Triliun
Untuk mendukung pengembangan bisnis sepanjang tahun 2026, MAPI menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2 triliun.
Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa realisasi penggunaan dana tersebut akan tetap mempertimbangkan dinamika perekonomian global dan kondisi pasar. Besaran belanja modal dapat disesuaikan mengikuti perkembangan situasi agar tetap sejalan dengan strategi bisnis dan kondisi ekonomi.
"Baik ditingkatkan maupun dikurangi, menyesuaikan dengan perkembangan situasi," demikian pernyataan manajemen.
[PusakoNews.com/red]










Komentar